Breaking News:

Pilpres 2019

Tiga Kombinasi Nama Ini Berpotensi Jadi Lawan Kuat Jokowi dalam Pilpres 2019

"Jadi Inilah lawan-lawan kuat Jokowi. Prabowo-Gatot, Gatot-Anies dan Anies-AHY," katanya.

Tribunnews/JEPRIMA
Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby (kanan) saat memaparkan hasil survei bertema Siapa Pasangan Capres dan Cawapres Ideal Pasca Pilkada di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018). Survei LSI Denny JA juga menyebutkan ada 3 nama Cawapres ideal Jokowi agar kuat di parlemen yaitu Muhaimin Iskandar, Romahurmuzy dan Airlangga Hartanto, Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan tiga jenis simulasi untuk melihat nama-nama yang dianggap berpotensi menjadi batu sandungan Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menyebut ada tiga nama pasangan yang muncul sebagai lawan tangguh Jokowi.

Baca: Din Syamsuddin: Penggunaan Istilah Kecebong dan Kampret Tidak Sesuai dengan Akhlak Islam

Nama pertama yakni duet Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam simulasi pertama, Prabowo didapuk sebagai capres.

Ia kemudian disandingkan dengan sejumlah nama, di antaranya Gatot Nurmantyo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua Komando Satuan Tugas Bersama Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca: PKB Akan Tetap Bersama Jokowi Jika Cak Imin Tidak Dipilih Menjadi Cawapres

"Pertama, jika Prabowo sebagai capres. Pasangan Prabowo-Gatot memperoleh dukungan tertinggi, di angka 35 persen. Disusul Prabowo-Anies 19,6 persen, Prabowo-AHY sebesar 12,3 persen," ujar Adjie, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Selasa (10/7/2018).

"Dari simulasi ini, Prabowo berpasangan dengan Gatot adalah pasangan yang paling kuat untuk melawan Jokowi," imbuhnya.

Baca: KPK Akan Periksa 33 Saksi Terkait Kasus Suap Zumi Zola

Simulasi kedua, Gatot sebagai capres disandingkan dengan Anies, AHY, Ahmad Heryawan dan tokoh lainnya.

"Jika Gatot sebagai capres, yang paling ideal, paling tinggi Gatot-Anies di angka 31,8 persen, Gatot-AHY 21,5 persen, Gatot-Aher 13,3 persen. Gatot berpasangan dengan Anies adalah pasangan paling kuat untuk melawan Jokowi," ungkapnya.

Terakhir, Adjie mengatakan duet Anies-AHY menjadi batu sandungan lain bagi Jokowi.

Baca: Jusuf Kalla Minta Pemimpin Daerah untuk Memajukan Ekonomi Masyarakat Agar Perdamaian Terwujud

Hal itu terbukti dari simulasi ketiga, dimana Anies disandingkan dengan nama AHY, Ahmad Heryawan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan sejumlah tokoh lain.

"Jika Anies sebagai capres, dari survei kita pasangan paling ideal adalah Anies-AHY. AHY adalah pasangan yang mampu mendongkrak Pak Anies di angka 33,4 persen. Disusul Anies-Aher 27,4 persen dan Anies-Cak imin 23,4 persen," kata Adjie.

"Jadi Inilah lawan-lawan kuat Jokowi. Prabowo-Gatot, Gatot-Anies dan Anies-AHY," katanya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved