Breaking News:

YLKI Imbau Jangan Jadikan Susu Kental Manis Sebagai Pengganti Susu Segar

Tulus Abadi, mengingatkan agar masyarakat jangan menjadikan SKM sebagai minuman utama.

kayuagung.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan agar konsumen lebih selektif lagi dalam mengonsumsi Susu Kental Manis (SKM).

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengingatkan agar masyarakat jangan menjadikan SKM sebagai minuman utama.

"Baik untuk anak, dewasa, apalagi bayi. SKM juga tidak cocok untuk pengganti susu segar," ujar Tulus kepada wartawan, Rabu (11/7/2018).

Untuk itu pula YLKI meminta agar produsen membatasi dan mengendalikan pemasaran susu SKM baik dari sisi marketing, penjualan dan periklanan.

"SKM produk yang aman dikonsumsi tapi jangan sampai terjadi penyalahgunaan fungsi, sebagaimana pada point-poin diatas," jelasnya.

Jadi menurut YLKI, yang urgen diatur hanya masalah marketing, penjualan dan periklanan.

Selain SKM, YLKI menilai Badan POM seharusnya juga melakukan hal yang sama khususnya untuk produk yang tinggi gula tapi divivualisasi dengan ilustrasi yang lain, seperti misalnya sirup, bahkan jus buah.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan polemik susu kental manis (SKM) mencuat dari visualisasi atau iklan yang menyesatkan.

Ia membantah kecolongan BPOM dalam mengawasi produk bahan pangan dan minuman.

"Produk SKM permasalahannya adalah iklan yang menyesatkan. Kritikal karena menyangkut hajat hidup masa depan manusia Indonesia. Jangan sampai membentuk anak yang biasa senang manis-manis," ujar Penny di Kantor BPOM, Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/7/2018).

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved