Ibadah Haji 2018

Musim Haji 2018, Tercatat 16.095 Jemaah Berasal dari Haji Khusus

Tercatat 16.905 jemaah haji Indonesia terdaftar dalam jemaah haji khusus pada musim Haji 1439 Hijriah atau tahun 2018

Musim Haji 2018, Tercatat 16.095 Jemaah Berasal dari Haji Khusus
Dokumentasi Humas Kemenag
Keberangkatan jemaah haji khusus asal Indonesia perdana pada musim haji 1439H/2018M 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tercatat 16.905 jemaah haji Indonesia terdaftar dalam jemaah haji khusus pada musim Haji 1439 Hijriah atau tahun 2018.

Pemberangkatan jemaah haji khusus akan diurus oleh 245 PIHK ( Penyelengara Ibadah Haji Khusus).

"Hingga hari ini, terdapat 16.905 jemaah haji khusus yang terdaftar dalam e-Hajj. Sebanyak 12.131 jemaah atau 71% dari jumlah jemaah yang akan berangkat sudah selesai proses pemvisaan," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim, di Jakarta, Sabtu (29/7/2018).

Baca: Jamaah Haji Khusus Mulai Diberangkatkan Hari Ini

Ia menambahkan jemaah haji khusus akan diberangkatkan dari enam bandara Internasional di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Palembang, Pekanbaru, dan Medan.

"Terbanyak akan diberangkatkan dari Jakarta," kata Arfi.

Arfi menambahkan, bahwa jemaah haji khusus akan diberangkatkan sejak tanggal 28 Juli hingga 16 Agustus 2018.

"Sementara kepulangan jemaah haji khusus ke tanah air dimulai dari tanggal 26 agustus sampai dengan 12 september 2018," ujar Arfi.

Untuk memastikan kelancaran operasional monitoring jemaah haji khusus, Arfi pun menerangkan bahwa Kemenag membentuk Tim Monitoring dan Pengawasan Pemberangkatan dan Pemulangan Jemaah Haji Khusus Tahun 1439 H/2018 M.

"Tugas tim bertujuan menerima laporan keberangkatan dari petugas PIHK, yang kemudian memastikan jemaah berangkat dari tanah air menuju Arab Saudi," jelas Arfi.

Baca: Polisi Sebut Bima Tusuk Harwalis Secara Membabi Buta, Sebanyak 47 Kali

Khusus di Bandara Soekarno Hatta, Arfi menuturkan pihaknya telah berkordinasi dengan PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Soekarno Hatta untuk mendirikan posko sebagai tempat petugas PIHK menyampaikan laporan ke petugas monitoring Kemenag.

"Ini untuk memudahkan mekanisme pelaporan. Jadi PIHK tidak repot untuk mencari petugas kami," kata Arfi.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved