Pertahanan Keamanan Indonesia di Era Kepemimpinan Jokowi Terus Diperkuat

“Untuk itu Indonesia perlu terus memperkuat pertahanan dan keamanannya di wilayah kelautan serta perbatasan,” ujar Marsetio

Pertahanan Keamanan Indonesia di Era Kepemimpinan Jokowi Terus Diperkuat
Harian Warta Kota/HENRY LOPULALAN
Warga menaiki tank tempur TNI saat parade Alutsista Peringatan HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Merak, Cilegon, Banten, Senin (5/10/2015). Puncak Peringatan HUT ke-70 TNI yang dihadiri Presiden Joko Widodo tersebut diadakan upacara parade dan devile, dilanjutkan demo beladiri militer TNI AD, demo tempur laut gabungan, aksi terjun payung, pesawat akrobatik Jupiter, serta demo tempur udara pesawat Sukhoi milik TNI AU. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN *** Local Caption *** " di atas KRI Oswald Siahaan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Ilmu Pertahanan Universitas Pertahanan, Laksamana TNI (Purn) Marsetio mengungkapkan, sebagai negara maritim Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi negara-negara industri maju.

Menurut dia, Keamanan Maritim Indonesia sesungguhnya tidak dapat dilepaskan dari kondisi perubahan lingkungan strategis karena akan timbul berbagai permasalahan.

Baca: Ganjar Pranowo hingga Budi Karya Ramaikan Deklarasi Komunitas Blusukan Jkw

 “Untuk itu Indonesia perlu terus memperkuat pertahanan dan keamanannya di wilayah kelautan serta perbatasan,” ujar Marsetio, Sabtu (28/7/2018).   

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan komitmen dan pencapaian-pencapaian pemerintahan Jokowi di bidang pertahanan.

Beberapa di antaranya adalah peningkatan anggaran untuk melengkapi Alutsista sehingga Kekuatan Pokok Minimum dapat tercapai, membangun kesejahteraan dan profesional prajurit TNI, perkuatan pos perbatasan di Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara Timur.

Bahkan untuk perbatasan Kalimantan sudah dilengkapi dengan chips agar dapat dipantau bila ada pergeseran. 

Beberapa Alutsista TNI yang terbaru adalah Tank Leopard, Rudal Arhanud, Pesawat F-16, Pesawat CN 235 MPA, Kapal Fregat RI RE Martadinata serta Kapal latih KRI Bima Suci. 

Pencapaian ini tidak lepas dari komitmen Jokowi yang kuat terhadap pertahanan dan keamanan.

Komitmen ini dapat terlihat pula dari bagaimana Jokowi memilih orang-orang tangguh dan visioner dari pensiunan TNI, di antaranya Jenderal (Purn) Moeldoko yang dipilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Emrus Corner Emrus Sihombing mengatakan sosok Moeldoko sangat tepat ditunjuk untuk menjadi calon wakil presiden Jokowi dalam pilpres 2019 mendatang.

Selain paham soal pertahanan dan keamanan, Moeldoko juga sangat kuat dari sisi politik dan ekonomi.

"Moeldoko sangat cocok sebagai salah satu pilihan cawapres Jokowi di 2019," ujar Emrus.

Baca: Cara Soeharto Hadapi Detik-detik Demo Anarkis di Jerman, Ajudan Sampai Siapkan Pistol demi Keamanan

Dosen Universitas Pelita Harapan ini mengakui Jenderal (Purn) Moeldoko sangat berjiwa nasionalis. Hal ini terlihat saat menjadi dan setelah pensiun sebagai perwira TNI. Menurut Emrus, tak ada yang meragukan sisi nasionalisme mantan Panglima TNI ini.

"Namun, untuk jadi cawapres Jokowi, Moeldoko tidak bisa leluasa. Sebab, dia (Moeldoko) harus bisa komunikasi intens dengan partai pendukung Jokowi di 2019. Itu tantangannya," pungkasnya.

Penulis: Sanusi
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved