Suap Pembelian Mesin Jet

KPK Pastikan Kasus Suap Rolls-Royce Tetap Jalan Meskipun Istri Emirsyah Satar Meninggal Dunia

"Semoga tidak mempengaruhi karena ada alat bukti yang dimiliki. Meskipun kami juga masih perlu berkoordinasi dengan otoritas di luar negeri,"

KPK Pastikan Kasus Suap Rolls-Royce Tetap Jalan Meskipun Istri Emirsyah Satar Meninggal Dunia
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan tetap jalan.

Penyidikan yang dilakukan KPK tetap berjalan meskipun Sandrina Abubakar, istri mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar telah meninggal dunia.

Baca: Cerita Putri Gus Dur Ketika Kecoh Pengawalnya di Mal

Sandrina merupakan saksi dalam kasus yang menjerat suaminya sebagai tersangka bersama dengan pendiri PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, baik Emirsyah Satar maupun Soetikno Soedarjo tidak dilakukan penahanan.

"Semoga tidak mempengaruhi karena ada alat bukti yang dimiliki. Meskipun kami juga masih perlu berkoordinasi dengan otoritas di luar negeri," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Kamis (2/8/2018) di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Baca: Cerita Manis Pahit Putra Putri Anak Presiden

Sandrina meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Rabu (1/8/2018) kemarin karena mengidap kanker pankreas.

Jenazahnya telah dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Dalam perkara suaminya, Sandrina sudah beberapa kali dipanggil penyidik KPK sebagai saksi.

Baca: KPK Buka Peluang Usut TPPU dalam Kasus Suap Gubernur Aceh

Terakhir, Sandrina dipanggil pada 28 Maret silam.

Febri kembali memastikan sampai saat ini penyidikan kasus dugaan korupsi tersebut masih berjalan.

Penyidik tengah memproses sejumlah bukti yang telah didapat dari proses penyidikan selama lebih dari setahun terakhir.

"Penyidik tentu saja akan terus memproses dengan bukti-bukti yang ada," tambah Febri.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd, Soetikno Soedarjo.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved