Mekeng: Golkar All Out Jika Jokowi Pilih Airlangga Wapres

Yang terungkap di publik diantaranya, Mahfud MD, Sri Mulyadi, Moeldoko, Jusuf Kalla, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto.

Mekeng: Golkar All Out Jika Jokowi Pilih Airlangga Wapres
Tribunnews.com/Istimewa
Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto saat menghadiri rapat umum Relawan Jokowi di Sentul, Sabtu (4/8/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga hari menjelang batas akhir pendaftaran Pemilu Presiden 2019 di Komisi Pemilihan Umum (KPU), bakal calon presiden incumbent Joko Widodo belum juga mengumumkan pendampingnya.

Tanggal 10 Agustus, menjadi batas terakhir pendaftaran pasangan di pilpres tahun depan.

Sederet nama telah disebut sebagai calon kuat pendamping Jokowi.

Yang terungkap di publik diantaranya, Mahfud MD, Sri Mulyadi, Moeldoko, Jusuf Kalla, Muhaimin Iskandar dan Airlangga Hartarto.

Partai Golkar sangat berharap, sang ketua umum Airlangga digandeng oleh Jokowi menjadi cawapres.

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Melchias Mekeng mengatakan, partainya akan penuh bergerak memenangkan pasangan Jokowi-Airlangga.

"Saya akan menjamin mesin politik akan bekerja sangat maksimal saat Pak Airlangga menjadi cawapres," ujar Mekeng kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).

Menurutnya, sikap Golkar sudah tak bisa ditawar lagi dalam mendukung Jokowi sebagai capres di Pilpres 2019.

Namun Mekeng mengaku berharap, Jokowi bisa menggandeng sang ketua umum.

"Presiden sudah pasti Jokowi, tetapi apabila berbicara soal wakil, tentu kader Golkar sangat menginginkan Pak Airlangga menjadi cawapres," katanya.
Sementara pengamat politik UPH Emrus Sihombing menilai, Partai Golkar menjadi partai yang menjamin syarat 20 persen di DPR RI.

"Golkar menjadi partai terbesar kedua pada koalisi pendukung Jokowi," ujarnya.

Karena itu, Emrus menyarankan Partai Golkar agar mendukung penuh ketua umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi cawapres Jokowi.

"Ketua umum harus disodorkan, ketua umum bisa mengangkat suara partainya. Harus kerja mengubah opini, melakukan kebijakan strategis. Partai Golkar harus fight," kata Emrus.

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved