Breaking News:

Pilpres 2019

Tim Pemenangan Jokowi-Ma'ruf Telah Terbentuk

Koalisi Indonesia Kerja merapihkan struktur kampanye pemenangan, hampir semua divisi sudah terbentuk," ujarnya

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Sebelum menuju ke KPU, Jokowi dan Ma'ruf berkumpul dengan petinggi partai Koalisi Indonesia Kerja di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, Jumat (10/9/2018). TRIBUNNEWS.COM/SENO TRI SULISTIYONO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) telah merampungkan struktur tim pemenangan capres Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin, dalam kontestasi Pilpres 2019.

"Para Sekjen partai pendukung Pak Jokowi, Koalisi Indonesia Kerja merapihkan struktur kampanye pemenangan, hampir semua divisi sudah terbentuk," ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni di rumah Cemara, Jakarta, Sabtu (11/8/2018).

Baca: Mahfud MD dan TGB Dilirik KIK Jadi Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Amin

Toni menjelaskan, struktur tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf memiliki 11 direktorat atau bagian, seperti perencanaan visi-misi, konten, komunikasi politik, hukum, dan lain-lainnya.

‎"Jadi semua partai akan masuk ke sana tapi PSI secara khusus kami di konten dan pemilih pemula," ucap Toni.

‎Menurut Toni, nama-nama yang menempati 11 direktorat sudah ditentukan dan akan dilaporkan kepada capres dan cawapres untuk disetujui.

Sementara terkait nama ketua tim pemenangan, kata Toni, ‎belum ditentukan dari beberapa nama yang telah ada dari usulan partai KIK.

"‎Ada beberapa nama yg diusulin tapi masih cair, akan dicari bener nama yang terbaik dari yang baik," ucap Toni.

JK Tolak Jadi Ketua Tim Pemenangan

Wakil Presiden Jusuf Kalla dikabarkan menolak tawaran menjadi ketua tim pemenangan capres Jokowi-Ma'ruf, karena ingin fokus dalam tugas pemerintahan yang saat ini sedang dijalankan.

Baca: Mensos Minta Pendamping PKH Kawal Bansos Non Tunai

Menanggapi hal tersebut, Toni memahami tugas wakil presiden yang sangat penting untuk menggantikan posisi Jokowi nantinya ketika sedang cuti kampanye.

"Jadi mungkin memang ada baiknya Pak JK tidak dipemenangan seperti yang diusulkan, tapi kami komunikasi, Pak JK akan terus membantu, mungkin nanti di dewan penasihat, atau apa yang pas sama posisi Pak JK," ujar Toni.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved