Mendikbud Sebut Anggaran Kemendikbud Dikurangi Rp 4 Triliun Lebih Tahun Depan

"Bahkan tahun 2019 nanti anggaran Kemendikbud akan dikurangi. Pengurangannya Rp 4 triliun lebih dari Rp 39 triliun menjadi Rp 35 triliun,"

Mendikbud Sebut Anggaran Kemendikbud Dikurangi Rp 4 Triliun Lebih Tahun Depan
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Muhadjir Effendy mengatakan anggaran di kementeriannya akan dipangkas sebesar Rp 4 triliun lebih tahun depan.

"Bahkan tahun 2019 nanti anggaran Kemendikbud akan dikurangi. Pengurangannya Rp 4 triliun lebih dari Rp 39 triliun menjadi Rp 35 triliun," kata Muhadjir di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan, Jakarta Selatan Pada Senin (20/8/2018).

Baca: Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan Satpol PP Terhadap Pria Berkebutuhan Khusus

Namun, ia menyebut di sisi lain dana alokasi khusus pendidikan untuk pemerintahan tingkat Kabupaten/Kota akan meningkat.

"Sehingga untuk bantuan langsung dari pusat itu akan berkurang sebaliknya dana alokasi khusus untuk pendidikan meningkat. Artinya peranan Kabupaten/Kota itu justru harus semakin meningkat untuk tahun 2019 ke depan," kata Muhadjir.

Baca: Ketua Tim Pemenangan Jokowi-Maruf Harus Pandai Jaga Rahasia

Hal itu diungkapkan Muhadjir ketika memberikan menerima siswa kelas VII SMP Negeri Silawan yabg memanjat tiang bendera saat HUT ke-73 RI di Attambua, Yohannes Adekala di kantornya.

Sebelum membahas hal tersebut Muhadjir mengatakan dana afirmasi pendidikan di daerah asal Johny yakni Nusa Tenggara Timur (NTT) terbilang yang paling besar walaupun ia tidak menyebut secara khusus jumlahnya.

Baca: Menpora Malaysia Puji Jokowi Mirip Valentino Rossi Saat Naik Moge, Seperti Ini Ekspresi Gibran

Namun, Muhadjir mengakui pendidikan di NTT masih membutuhkan banyak penanganan.

"Saya juga minta kerja sama dengan pihak pemerintah daerah termasuk Bupati, Kota, dan Propinsi dalam hal anggarannya. Karena tidak mungkin pembangunan-pembangunan itu mengandalkan dari pusat," kata Muhadjir.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved