Asian Games 2018

Jokowi: Kita Harus Optimis, di Asian Games Kita Ranking Berapa? Ranking 4, Sebelumnya Ranking 17

Presiden mengatakan Indonesia memiliki keberagaman dan kemajemukan yang tidak dimiliki negara-negara lain di dunia ini.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo memjmpin pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Presiden Joko Widodo melantik sembilan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam pilkada serentak diantaranya Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sumatera Utara, Gubernur Kalimantan Barat, Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Tengah, Gubernur Bali, Gubernur Nusa Tenggara Timur, Gubernur Papua, dan Gubernur Sulawesi Tenggara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Dihadapan Ulama, Jokowi : Jangan Kita Gampang Curiga dan Berprasangka Tidak Baik

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk menyemai dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan yang ada di Indonesia.

"Harus kita sadari bahwa kita ini hidup di masyarakat yang majemuk, berbeda suku, agama, tradisi, dan adat. Jangan lupakan itu," kata Jokowi‎ saat bersilaturahmi dengan para tokoh ulama dan santri di Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (6/9/2018).

Mengutip keterangan Biro Pers Istana, Presiden mengatakan, Indonesia memiliki keberagaman dan kemajemukan yang tidak dimiliki negara-negara lain di dunia ini.

Baca: Sutarti Tak Menyangka Bocah Kecil Pendiam Itu Kini Jadi Presiden Indonesia

Dengan 263 juta penduduk, kata Jokowi, Indonesia dianugerahi dengan 714 suku dan lebih dari 1.100 bahasa daerah yang tersebar di 17 ribu pulau.

"Kita dianugerahi oleh Allah perbedaan-perbedaan. Berbeda suku, agama, tradisi, adat, bahasa, berbeda semua. Ini anugerah yang diberikan Allah kepada kita bangsa Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi, mengajak para santri dan ulama untuk berperan menyebarkan sikap khusnul tafahum atau berprasangka baik kepada masyarakat.

"Jangan kita ini gampang curiga, berprasangka tidak baik, apalagi pas ada pemilihan bupati, wali kota, bupati, gubernur, dan presiden. Tidak boleh kepada saudara-saudara kita apalagi sesama muslim. Harus kita jaga ukhuwah islamiah dan wathaniah kita," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam situasi apapun.

Ia bahkan memberikan contoh dari pencapaian para atlet nasional dalam Asian Games 2018 yang melebihi ekspektasi siapapun. Hal itu tak mungkin diraih bila kita merasa pesimistis terlebih dahulu.

"Seperti kita ketahui, kalau kita optimistis bangsa ini (menjadi) bangsa besar. Kemarin di Asian Games ranking berapa? Ranking 4! Sebelumnya ranking 17," tandasnya.

Baca: Sutarti Tak Menyangka Bocah Kecil Pendiam Itu Kini Jadi Presiden Indonesia

Di akhir sambutannya, Jokowi pun memberikan kuis berhadiah sepeda. Pertanyaan pertama tentang tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Games dapat dijawab dengan baik oleh Abdi.

“Sepak bola, sepak takraw, bulu tangkis, loncat indah, berenang, pencak silat, tenis meja,” ucap Abdi.

Setelah Abdi, giliran Sukma Wahyu yang mendapatkan kesempatan menjawab kuis dari Presiden. Ia pun dapat menjawab dengan tepat jumlah medali emas yang didapat kontingen Indonesia pada Asian Games 2018.

“Tiga puluh satu emas,” kata Sukma.

Pertanyaan terakhir dari Presiden adalah untuk menyebutkan tujuh provinsi yang ada di tanah air. Jota, seorang guru dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah tersebut dapat menjawab dengan benar.

“Aceh, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Bali, NTB, Papua Barat,” kata Jota.

Turut hadir mendampingi Presiden, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saefudin Chalim, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved