Kamis, 28 Mei 2026

Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Akan Dongkrak Perekonomian Bali

Penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang akan berlangsung pada Oktober mendatang bakal mendongkrak perek

Tayang:
Penulis: Syahrizal Sidik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang akan berlangsung pada Oktober mendatang bakal mendongkrak perekonomian Bali. Acara tersebut diperkirakan bakal mendatangkan 19.800 peserta dari 189 negara. 

Pernyataan itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, dalam acara Forum Merdeka Barat 9, Senin (17/9/2018) di Kementerian Keuangan.

Bambang menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata sebelum adanya perhelatan pertemuan tahunan Bank Dunia berada di kisaran 5,9 persen. 

Baca: PSIS Semarang Punya Target Benahi Laga Tandang

"Dengan adanya pertemuan tahunan Bank Dunia dan IMF, pertumbuhan ekonomi di Bali naik 0,64 persen menjadi 6,54 persen," kata Bambang. 

Bambang merinci, kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut di antaranya disumbang oleh sektor konstruksi sebesar 0,26 persen, diikuti sektor perdagangan 0,21 persen, perhotelan sebesar 0,12 persen dan sektor makan dan minuman sebesar 0,05 persen. 

Sementara, untuk total dampak langsung dari pertemuan tahunan tersebut terhadap ekonomi Bali sebesar Rp 5,7 triliun. Rinciannya, sebesar Rp 3 triliun antara lain berasal dari invetasi infrastruktur seperti pembangunan underpass Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa dan Kompleks Garuda Wisnu Kencana.

Selebihnya berasal dari pengeluaran pengunjung domestik dan mancanegara yang diestimasikan menyumbang Rp 1,1 triliun. 

Baca: Persib Bandung Kian Kokoh di Puncak Klasemen

"Jadi output perekonomian bertambah Rp 7,8 triliun sebagai dampak dari penyelenggaraan pertemuan tahunan Bank Dunia di Bali," imbuhnya. 

Kesiapan Pemerintah 

Ketua Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia Luhut Binsar Panjaitan, dalam kesempatan tersebut menyampaika, kesiapan pemerintah dalam menyelenggarakan perhelatan tersebut sudah mencapai 94 persen.

"Sekarang persiapannya sudah 94 persen," katanya. 

Luhut menambahkan, momentum pertemuan tahunan Bank Dunia dengan IMF adalah ajang untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia internasional. 

"Ini momentum bagus menilai indonesia, mempromosikan Indonesia dari timur ke barat," imbuh Menko Luhut. 

Baca: PSIS Semarang Punya Target Benahi Laga Tandang

Senada, Gubernur Bali I Wayan Koster menilai, adanya perhetalan pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia juga akan memberikan dampak positif bagi menggeliatnya perekonomian di Bali baik dari sisi permintaan akan penginapan, tenaga kerja hingga menggeliatnya usaha kecil dan menengah (UKM).

"Akan ada peningkatan tenaga kerja, ekonomi kerakyatan bergerak," tandas Wayan.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved