Breaking News:

Polwan yang Diduga Terlibat Penipuan Tes Masuk Polri Gunakan Uang Korbannya Untuk Keperluan Pribadi

"Uangnya sudah habis untuk keperluannya pribadi," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

ISTIMEWA
Ilustrasi uang 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polwan berinisial Ipda S yang bertugas di Subdit Provost Polda Jawa Timur, diduga melakukan penipuan dengan menjanjikan korbannya dapat lulus menjadi anggota Polri dengan menyerahkan uang Rp 450 juta.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan uang tersebut diduga digunakan untuk keperluan pribadi yang bersangkutan.

"Uangnya sudah habis untuk keperluannya pribadi," ujar Dedi, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/9/2018).

Baca: Persib Bandung vs Persija Jakarta Digelar 23 September 2018 Pukul 14:30 Wib

Ia mengatakan Ipda S menjanjikan kepada korban dapat meloloskan peserta seleksi bintara dari tahap awal hingga tahap akhir.

Semuanya, kata Dedi, akan dianggap beres bila uang Rp 450 juta itu disetorkan kepada Polwan yang kini menjalani pemeriksaan di Propam Polda Jatim.

"Untuk seluruh rangkaian kegiatan. Jadi yang penting Rp 450 juta itu, beres, masuk menjadi anggota Polri. Untuk proses seleksi semuanya sampai rangkaian pendaftaran administrasi," kata dia.

Diberitakan, berdasarkan informasi dari Polda Jatim, Ipda S diduga menjanjikan lulus tes masuk calon bintara Polri kepada keluarga MA, warga Sidotopo Lor, Surabaya pada 2017 lalu.

Baca: Setelah Dilantik Jadi Wakil Bupati Kabupaen Bandung Barat, Hengky Kurniawan Janji Seperti Ini

Korban punya 2 cucu yang mengikuti tes jalur Bintara Polri pada Maret 2017, namun tidak lulus.

Mengaku kenal dekat dengan seorang jenderal, Ipda S menjanjikan kelulusan untuk dua cucu pelaku pada rekrutmen susulan di Kalimantan atau Aceh.

Untuk melancarkan tes kelulusan, Ipda S menyebut uang Rp 300 juta per peserta dari nilai semula Rp 500 juta per peserta.

Baca: Setelah Dilantik Jadi Wakil Bupati Kabupaen Bandung Barat, Hengky Kurniawan Janji Seperti Ini

Dari 3 kali pembayaran, total sudah sekitar Rp 450 juta yang ditransfer korban ke rekening Ipda S.

Antara korban dan Ipda S sempat melakukan mediasi.

Ipda S berjanji akan mengembalikan uang tersebut pada September tahun ini.

Berita Populer
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved