Bawaslu Investigasi Oknum Guru Doktrin Siswa Anti Jokowi

Setelah menerima laporan ada dugaan doktrin terhadap siswa itu, tim investigasi Bawaslu DKI Jakarta langsung mendatangi sekolah itu.

Bawaslu Investigasi Oknum Guru Doktrin Siswa Anti Jokowi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilistrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta mengirimkan tim investigasi menelusuri dugaan seorang guru di salah satu SMA wilayah DKI Jakarta yang mengajak siswa untuk anti-Presiden Joko Widodo (jokowi).

Setelah menerima laporan ada dugaan doktrin terhadap siswa itu, tim investigasi Bawaslu DKI Jakarta langsung mendatangi sekolah itu. Upaya investigasi dilakukan untuk mengetahui kebenaran informasi.

"Kami akan menyelidiki kebenaran informasi. Tim sudah berada di lokasi melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mengecek informasi kejadian itu. Itu sebagai investigasi awal," ujar Jufri, Koordinator Divisi Hukum, Penindakan, dan Pelanggaran Bawaslu DKI Jakarta, saat dihubungi, Rabu (10/10/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya akan menelusuri kebenaran informasi adanya doktrin tersebut. Apabila diketahui kebenaran, maka motif oknum guru melakukan itu juga akan diungkap.

Jika ditemukan pelanggaran, dia menegaskan, maka dapat melakukan penindakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk pelanggaran pemilu, menurut dia, penindakan sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Sedangkan, jika tidak memenuhi unsur pelanggaran pemilu, kata dia, penegakan hukum dapat dilakukan melalui instansi Polri. Selain itu, dia menambahkan, apabila oknum guru merupakan aparatur sipil negara (ASN), diproses di Komisi ASN (KASN).

"Pelanggaran dilakukan penegakan hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan," tambahnya.

Sebelumnya dalam video aduan yang viral tersebut, si pengadu yang mengaku orang tua murid menyebut anaknya dan siswa SMAN 87 lainnya dikumpulkan guru N di masjid dan ditunjukkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah.

Oleh Si pengadu menjelaskan, guru N menyebut banyak korban yang bergelimpangan akibat gempa merupakan salah Jokowi.

“Dikasih video tentang korban Palu yang jenazahnya bergelimpangan di depan rumah sakit. Kemudian ibu guru itu bertanya kepada murid-muridnya, ini salah siapa? Salah pemerintah. Salah Jokowi. Masih mau pilih dia untuk presiden ke depan? Saya menggiring kalian pilih yang lain,” bunyi pesan orang tua yang viral tersebut.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved