Kenaikan Harga BBM

BBM Batal Naik, TKN Jokowi-Ma'ruf: Kubu Prabowo-Sandi Kecewa Tak Dapat Bahan Besar Untuk Digoreng

Selain itu keputusan pemerintah tak menaikkan harga premium didasari kepentingan stabilitas harga.

BBM Batal Naik, TKN Jokowi-Ma'ruf: Kubu Prabowo-Sandi Kecewa Tak Dapat Bahan Besar Untuk Digoreng
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
Sekjen PPP sekaligus Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Kyai Ma’ruf Amin memberikan apresiasi atas keputusan Presiden Jokowi untuk tidak menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium.

Pembatalan kenaikan premium ini menurut Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, senafas dengan watak kepemimpinan Presiden Jokowi selalu mendengarkan suara rakyat, ditempat yang paling pelosok sekalipun.

Selain itu keputusan pemerintah tak menaikkan harga premium didasari kepentingan stabilitas harga.

Menurut dia, adanya dinamika di dalam penetapan harga BBM, merupakan hal yang wajar. Namun keputusan akhirnya tetap ada di tangan Presiden Jokowi.

"Rakyat kecil selalu menjadi orientasi kebijakan politik ekonomi Presiden,” ujar sekjen partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini kepada Tribunnews.com, Jumat (12/10/2018).

Di sisi lain, Arsul melihat ada kekecewaan di kubu lawan, yakni pasangan nomor urut 02 Prabowo
Subianto-Sandiaga Uno.

Karena kata dia, pembatalan kenaikan harga premium ini batal dinaikkan, sehingga tidak ada bahan "gorengan" untuk kubu Prabowo menyerang petahana Presiden Jokowi.

"Ya barangkali yang di luar kubu pemerintahan kan kecewa enggak jadi naik. Kecewa karena gak dapat bahan besar untuk nggoreng," ucapnya.

Sementara itu Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Kyai Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto menjelaskan, pembatalan kenaikan harga premium senafas dengan watak kepemimpinan Presiden Joko Jokowi selalu mendengarkan suara rakyat, ditempat yang paling pelosok sekalipun.

"Tradisi blusukan yang terus dilakukan Pak Jokowi telah membangun kepekaan kepemimpinan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat," ujar Politikus PDI Perjuangan ini kepada Tribunnews.com, Kamis (11/10/2018) kemarin.

Halaman
12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved