Gempa di Sulteng

Kenangan Jembatan Kuning Ikon Kota Palu, Warga: Kami Akan Terus Bangkit Dari Bencana!

Jembatan ini dibangun masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele pada periode 2001-2006.

Kenangan Jembatan Kuning Ikon Kota Palu, Warga: Kami Akan Terus Bangkit Dari Bencana!
Yanuar Nurcholis Majid/Tribunnews.com
Kondisi Jembatan Kuning, Sulteng 

TRIBUNNEWS.COM, SULAWESI TENGAH - Jembatan Palu IV yang berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah, memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Dicat dengan warna kuning, hadirnya jembatan ini, menjadi pelengkap keindahan panorama alam yang mengagumkan di Palu.

Ya, Palu memang dikenal dengan keindahan panorama alamnya, karena kota ini dikelilingi oleh pengunungan, Teluk Palu, dan Sungai Palu yang tampak seperti membelah di tengah kota. 

Jembatan ini dibangun masa kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Aminuddin Ponulele pada periode 2001-2006. 

Makanya jembatan ini, awalnya dikenal dengan nama Jembatan Ponulele.

Namun, keindah ikon Kota Palu itu kini sudah luluh lantah akibat tsunami dan gempa yang menimpa Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) lalu. 

Pantauan wartawan Tribunnews.com, dilokasi, jembatan berbentuk melengkung itu kini terputus dan tak bisa dilalui di kedua sisinya. 

Dibagian besi jembatan juga ditemukan  coretan "Saksi Bisu Tsunami dan Pray for Palu #Palu Kuat". 

Diresmikan sejak Mei 2016 oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono, Jembatan Ponulele pesonanya tak bisa pudar, meski gempa telah luluh lanta tersapu tsunami. 

Hingga dua pekan pasca tsunami Sabtu (13/10/2018), tidak sedikit warga yang ingin melihat langsung kondisi terkini Jembatan Kuning tersebut. 

Kebanyakan dari warga mengabadikan ikon kota Palu menggunakan telepon pintar, dan mengunggahnya ke media sosial.

"Ingin lihat kondisi jembatan, sering kesini memang, kuasa Tuhan memang luar biasa," ujar Sulaiman, warga asli Palu

Tidak hanya keindahan yang diberikan, Jembatan Kuning juga memiliki kenangan yang melekat pada masyarakat. 

Salah satunya ingatan tentang banyaknya buaya yang kerap muncul di perairan di bawah jembatan.

"Di bawah jembatan ini suka muncul buaya, lalu kita foto, apalagi sekitar jam 10, banyak yang muncul buaya buat berjemur" ujar Rangga, warga kota Palu, Sulawesi Tengah Selasa (9/10/2018).

Rangga juga menceritakan, saat malam sebelum dihancurkan tsunami jembatan ini punya pemandangan yang menakjubkan.

Lampu-lampu bersinar dan menjadi tempat berswafoto paling hits di Kota Palu.

"Sebelum bencana, jembatan kuning warnanya bervariasi, kelap kelip bagus banget" ungkap Rangga.

Kini jembatan sepanjang 300 meter yang berada di atas Teluk Talise ini adalah monumen kebangkitan bersama bagi masyarakat Palu

"Semua bersatu disini, kami akan terus bangkit dari bencana!, pekik Rangga.

Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved