Selama 2018 Terjadi 1.999 Bencana, 3500 Orang Lebih Tewas dan Hilang

Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana

Selama 2018 Terjadi 1.999 Bencana, 3500 Orang Lebih Tewas dan Hilang
Tribun Lampung/Perdiansyah
Aktivitas warga di Pelabuhan Pantoloan Wani, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Rabu 24 Oktober 2018 pasca bencana gempa dan tsunami. Warga mengumpulkan besi dan barang barang bekas yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup. (Tribun Lampung/Perdiansyah) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, selama tahun 2018 hingga Kamis (25/10/2018), tercatat 1.999 kejadian bencana di Indonesia.

Jumlah ini akan terus bertambah hingga akhir 2018 mendatang dan dampak yang ditimbulkan bencana sangat besar.

Tercatat 3.548 orang meninggal dunia dan hilang, 13.112 orang luka-luka, 3,06 juta jiwa mengungsi dan terdampak bencana, 339.969 rumah rusak berat, 7.810 rumah rusak sedang, 20.608 rumah rusak ringan, dan ribuan fasilitas umum rusak.

Kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana cukup besar.

Sebagai gambaran, gempa bumi di Lombok dan Sumbawa menimbulkan kerusakan dan kerugian Rp 17,13 trilyun.

Begitu juga gempabumi dan tsunami di Sulawesi Tengah menyebabkan kerugian dan kerusakan lebih dari Rp 13,82 trilyun. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah.

Selama tahun 2018, terdapat beberapa bencana yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian cukup besar yaitu banjir bandang di Lampung Tengah pada 26/2/2018 yang menyebabkan 7 orang meninggal dunia.

Baca: Sumba Timur Dilanda Gempa Bumi

Bencana longsor di Brebes, Jawa Tengah pada 22/2/2018 yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan 7 orang hilang.

Banjir bandang di Mandailing Natal pada 12/10/2018 menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 2 orang hilang.

"Gempa bumi beruntun di Lombok dan Sumbawa pada 29/7/2018, 5/8/2018, dan 19/8/2018 menyebabkan 564 orang meninggal dunia dan 445.343 orang mengungsi," katanya.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved