Fenomena Minum Rebusan Pembalut Wanita: Berawal dari Tongkrongan

Tren meminum rebusan pembalut mulai kembali muncul ke permukaan setelah adanya laporan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Fenomena Minum Rebusan Pembalut Wanita: Berawal dari Tongkrongan
thenewsminute.com
ILUSTRASI pembalut - Inilah beberapa fakta soal fenomena remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut untuk mendapatkan efek fly. 

"Kami masih terus mendalami dan melakukan pendampingan. Jangan sampai dengan seperti ini, ada tindakan lain dari remaja ini yang cenderung merugikan orang lain dan mereka sendiri," tukasnya.

Dalami Kandungan Zat

Badan Narkotika Nasional (BNN) tengah menelusuri kandungan yang terdapat dalam pembalut wanita.

Tengah marak perilaku menyimpang anak-anak dan remaja meminum air rendaman pembalut yang direbus untuk mabuk. Kabag Humas BNN, Kombes Pol Sulistriandriatmoko mengatakan, BNN tengah mendalami kandungan zat di dalamnya, dan hukum penggunaannya. BNN juga masih meneliti dampak penggunaan air rebusan pembalut untuk teler.

"Laboratorium Narkotika BNN belum pernah mendapatkan sampel barang tersebut, untuk diperiksa kandungan apa yang terdapat dalam pembalut wanita," ujar Sulis saat dikonfirmasi Tribun.

Sulistriandriatmoko mengatakan berdasarkan informasi dari Laboratorium Narkotika BNN, kemungkinan anak-anak remaja yang mengklaim mendapatkan sensasi setelah minum rebusan pembalut wanita tersebut, dimungkinkan dipengaruhi oleh adanya sugesti.

"Kalau kandungan pembalut wanita tersebut, kemungkinan hanya klorin dan bahan penyerap air," kata Sulis.

Menurut Sulis, tidak ada efek yang bisa dijelaskan bahwa para remaja yang mabuk itu benar akibat dari pengaruh sesuatu zat yang diduga mirip dengan zat narkotika. "Saya tidak tahu dampak dari klorin tersebut," ucap Sulis.

Sementara Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari menyebut tren 'fly' dengan air rebusan pembalut ditemukan di sejumlah wilayah, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta. (tribun network/ryo/coz)

Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved