Sosialisasi Empat Pilar Terasa Monoton, MPR Akan Gaet Kaum Milenial

Program sosialisasi empat pilar yang digagas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terasa sangat membosankan dan monoton

Sosialisasi Empat Pilar Terasa Monoton, MPR Akan Gaet Kaum Milenial
willy widianto
Acara Media Expert Meeting yang digagas MPR untuk mendengarkan masukan-masukan dari kalangan media massa demi program sosialiasi empat pilar. Acara ini digelar tanggal 9-11 November 2018 di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Tampak di foto Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah (tengah) ditemani Kepala Bagian Pemberitaan dan Layanan Informasi Jaya dan Kasubag Pemberitaan Budi Muliawan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program sosialisasi empat pilar yang digagas Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terasa sangat membosankan dan monoton terutama bagi kalangan milenial.

Karenanya MPR berencana akan menjangkau kaum milenial demi berhasil melakukan sosialisasi empat pilar tersampaikan kepada masyarakat.

Kepala Biro Humas MPR Siti Fauziah mengatakan hal tersebut usai mendengarkan masukan dari 33 wakil media baik online, cetak dan televisi di acara Media Expert Meeting yang dihelat di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 9-11 November 2018.

Dalam kesempatan tersebut perwakilan Tribunnews juga memberikan masukan kepada MPR agar segera mengubah cara sosialisasi empat pilar yang selama ini sudah dilakukan.

Cara yang dilakukan diantaranya adalah dengan memanfaatkan media sosial dengan cara membuat vlog yang berisi kegiatan pimpinan dengan tampilan khas milenial sembari menyelipkan program-program empat pilar seperti soal dasar negara Pancasila, amandemen UUD 1945 serta menyoal nasionalisme dan GBHN.

Selain itu perwakilan Tribunnews juga menyarankan kepada MPR agar lebih intens melakukan sosialisasi empat pilar di pulau-pulau terluar Indoneaia yang berbatasan dengan negara-negara tetangga.

Ini harus dilakukan agar keutuhan NKRI tetap terjaga dan masyarakat di pulau-pulau terluar tetap terjaga rasa cinta tanah airnya dan nasionalisme.

"2019 kita akan kejar aktif di medsos MPR supaya tidak monoton. Medsos MPR tidak akan bersifat seremonial, misalnya, menginfokan agenda pimpinan MPR saja, tetapi juga isu-isu yang mengemuka yang dikaitkan dengan sosialisasi 4 pilar, supaya tidak kaku dan bisa menyentuh kaum milenial," kata Siti.

Pimpinan MPR lanjut Siti juga akan diarahkan untuk lebih responsif menyikapi isu-isu yang mengemuka di masyarakat dan memanfaatkan medsos MPR untuk menyebarkan sikap dan pandangan MPR.

Hal itu, menurut Siti, juga termasuk untuk isu-isu yang terkait dengan empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi salah satu program kerja prioritas MPR.

Dalam kesempatan tersebut Siti juga menyoroti soal perpecahan dan dikotomi menjelang agenda pemilu tahun 2019.

"2019 adalah tahun politik, jadi MPR akan lebih aktif menyosialisasikan empat pilar kebangsaan untuk meredam isu-isu yang dapat memicu perpecahan bangsa," ujar Siti.(Willy Widianto)

Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved