Politikus NasDem Sebut Ketidakdewasaan PKS dan Gerindra Jadi Penyebab Kosongnya Kursi Wagub DKI

Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyindir terlalu lamanya kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong.

Politikus NasDem Sebut Ketidakdewasaan PKS dan Gerindra Jadi Penyebab Kosongnya Kursi Wagub DKI
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Bestari Barus menyindir terlalu lamanya kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong.

Ia meihat kekosongan yang terlalu lama tersebut akibat PKS dan Gerindra sebagai partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno tidak cukup dewasa dalam membuat kesepakatan.

Baca: Ombudsman Papua Sampaikan Dugaan Penyelewengan Penyaluran Beras Sejahtera di Jayawijaya

"Kekosongan Wagub hanya satu penyebabnya, ketidakdewasaan antara dua partai, PKS dan Gerindra dalam menentukan atau bersepakat siapa pengganti Wagub," kata Bestari di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Bestari mengatakan, tidak adanya kedewasaan dari kedua partai, berimbas terhadap lambatnya pelayanan pemerintah kepada masyarakat Jakarta.

Bagaimana tidak, sudah hampir tiga bulan lamanya kursi wagub DKI Jakarta kosong setelah Sandiaga Uno mundur dari jabatannya karena menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Baca: Jokowi sebut Orang Super Kaya Tak Pernah ke Pasar tapi Bilang Harga Mahal, Sandiaga: Itu Bukan Saya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat ini bekerja sendirian mengatasi permasalahan di Ibu Kota dan membina 700 SKPD di jajaran pemerintahannya.

"Dampaknya kompleks kemana-mana. Kalau berdua cenderung bisa membelah kewenangan itu untuk melakukan percepatan kalau sendiri? Bayangin aja SKPD-nya ada 700, nanganin sendiri, bagaimana?," ujarnya.

Baca: Sekjen PDIP Minta Pengurusnya di Daerah Rangkul Kalangan Milenial

Besar harapan Bestari agar kedua partai pengusung bisa segera mendorong bakal calonnya ke Gubernur DKI dan kemudian diteruskan ke DPRD untuk dilangsungkan rapat paripurna menentukan sosok yang pantas mendampingi Anies Baswedan.

"Saya berharap dua partai (bisa) legowo untuk bersegera mendorong bakal calonnya, dikirim ke gubernur, (lalu) gubernur kirim ke DPRD untuk rapat paripurna pemilihan," katanya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved