Unjuk Rasa di Depan Kedubes Australia, Sebagai Bentuk Bela Palestina dari Jajahan Israel

Yerusalem sendiri menjadi wilayah konflik perebutan antara Israel dan Palestina yang masih berlangsung sampai sekarang.

Unjuk Rasa di Depan Kedubes Australia, Sebagai Bentuk Bela Palestina dari Jajahan Israel
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
demo Australia 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Australia di Jalan Patra Kuningan Raya, Setia Budi, Jakarta Selatan, hari ini (27/11) menuntut sejumlah persoalan. Utamanya ialah menolak rencana pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv, Israel ke Yerusalem.

Yerusalem sendiri menjadi wilayah konflik perebutan antara Israel dan Palestina yang masih berlangsung sampai sekarang.

PLMI merasa tergerak dan menyatakan umat Islam Indonesia selalu konsisten dalam mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.

"Kami umat Islam dan rakyat Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Liga Muslim Indonesia menolak dan mengutuk rencana pemindahan Kedubes Australia di Israel ke Yerussalem," kata Juru Bicara Aksi, Nanang Qosim, Selasa (27/11/2018).

Dia mengatakan, Indonesia selalu jadi yang terdepan dalam menentang penjajahan Israel terhadap tanah dan segala hak rakyat Palestina.

PLMI mengutuk keras langkah pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv ke Yerusalem seperti yang telah dilakukan Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Dalam unjuk rasa ini, orator meminta pihak Kedubes Australia bisa menerima kehadiran massa aksi dan mengajak berdiskusi. Namun, hingga aksi selesai dilakukan, tak ada satupun dari pihak Kedubes yang menemui mereka.

Baca: Survei Median Tingkat Kesukaan Masyarakat: Jokowi 63,6 Persen, Prabowo 50,8 Persen

"Kami berharap perwakilan Kedubes Australia dapat menemui kami untuk mendengarkan aspirasi-aspirasi umat muslim," ujar salah seorang orator diatas mobil komando.

Mereka juga menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi ini. Pertama, menolak dan mengutuk rencana pemindahan Kedubes Australia di Tel Aviv ke Yerusalem. Kedua, stop pemindahan Kedubes Australia. Ketiga, stop penjajahan Israel atas Palestina.

Kelompok PLMI ini menilai kota suci Yerusalem masih menjadi milik umat islam yang hingga saat ini masih berada di bawah wilayah Palestina.

"Karena Yerusalem bukan milik Israel, tapi Yerusalem menjadi kota suci milik islam yang sampai saat ini masih berada di bawah Palestina," imbuhnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved