Pemberhentian Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang Ditangkap KPK Berada di Tangan Presiden

Mahkamah Agung (MA) resmi memberhentikan sementara dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

Pemberhentian Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang Ditangkap KPK Berada di Tangan Presiden
Kompas.com/Devina
Suhadi. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yanuar Nurcholis Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahkamah Agung (MA) resmi memberhentikan sementara dua hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo dan Irwan serta panitra pengganti M Ramadhan.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah, mengatakan, dua hakim dan seorang panitera pengganti yang ditetapkan tersangka diberhentikan sementara hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap.

Setelah itu, barulah kemudian ketiganya dapat diberhentikan secara tetap.

Baca: Sekda Jawa Barat Dicecar KPK Soal Perda Tata Ruang Terkait Kasus Meikarta

"Sampai putusan berkekuatan hukum tetap baru sebagai dasar pemberhentian secara definitif," ujar Abdullah usai konferensi pers di Gedung MA, Jakarta Pusat, Kamis (27/11).

Menurut Abdullah, yang berhak mengangkat dan memberhentikan hakim adalah Presiden.

Karena itu, setelah putusan atas kasus yang menjerat kedua hakim tersebut berkekuatan hukum tetap, barulah MA membuat surat rekomendasi pemberhentian yang diserahkan kepada kepada presiden.

MA telah memberhentikan sementara dua hakim yang telah ditetapkan tersangka oleh KPK.

Selain itu, panitera pengganti yang turut ditetapkan tersangka oleh KPK juga diberhentikan sementara.

Baca: Maruarar Sirait Berharap Ahok Bisa Jaga Ucapan Bila Bergabung dengan PDIP

"Hari ini MA mengambil tindakan, memberhentikan kedua hakim Jakarta Selatan dengan status pemberhentian sementara," ujar Juru Bicara MA, Suhadi, dalam konferensi pers di Gedung MA, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

Halaman
12
Penulis: Yanuar Nurcholis Majid
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved