Pimpinan KPK Berharap 'Syaitan' di Gedung DPR dan Mobil Pejabat Keluar Jika Diputar Lagu Antikorupsi

KPK menyelenggarakan final Suara Antikorupsi (SAKSI) di pelataran Parkir Plaza festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

Pimpinan KPK Berharap 'Syaitan' di Gedung DPR dan Mobil Pejabat Keluar Jika Diputar Lagu Antikorupsi
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Final Suara Antikorupsi (SAKSI) di pelataran Parkir Plaza festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK menyelenggarakan final Suara Antikorupsi (SAKSI) di pelataran Parkir Plaza festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

Acara itu dibuka Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang.

Dalam sambutannya, Saut mengatakan, dengan lagu-lagu antikorupsi, ia berharap 'syaitan' yang ada di gedung DPR dan mobil-mobil pejabat bisa keluar.

Baca: Bareskrim Tangkap Dua Pembobol Rekening Nasabah Bank, Satu Pelaku Penghuni Lapas

"Ini (CD) kalau diputar di gedung DPR atau diputar di mobil-mobil pejabat, mudah-mudahan syaiton keluar dari dalam mobilnya, sehingga dia tidak korupsi," ucap Saut.

Saut menjelaskan, peserta SAKSI berjumlah 220, mulai dari Aceh sampai Papua.

Kemudian tersaring menjadi sembilan yang pada akhirnya mengikuti final.

"220 peserta itu kemudian kita putuskan ada 9 yang akan muncul malam ini," ujarnya.

Baca: Sekjen Gerindra Sebut Pidato Prabowo Subianto Soal Korupsi Indonesia untuk Mengingatkan

"Dengan berbagai macam genre musik, mereka menyuarakan antikorupsi dengan gaya mereka. Ada frustasi, ada yang teriak-teriak, ada yang maki-maki, bahkan ada berpuisi dan lain-lain," imbuh Saut.

Kesembilan peserta itu masing-masing menyumbangkan satu lagu yang bisa didengarkan dalam format cakram padat atau CD (Compact Disc).

Sembilan grup band yang masuk sebagai Finalis Festival Saksi 2018 di antaranya Inoe dari Tangerang, DEN'ORENS dari Banjarmasin, Meriem dari Yogyakarta, Alma dari Yogyakarta, One Zero dari Malang.

Baca: Panitia Reuni Akbar 212: Bendera yang Diizinkan Hanya Berwarna Putih

Kemudian Novice dari Cilacap, AKAR dari Medan, DNA dari Bandar Lampung, Tiga Warna Musik dari Surabaya.

"Lagunya bagus-bagus, nanti albumnya akan kita jelaskan, tapi kita nikmati dulu. Kita selama ini sudah memiliki liriknya. Hari ini kita mau nilai arrangenya dan penampilannya," tutur Saut.

"Festival Lagu Anti Korupsi atau SAKSI ini akan dilaksanakan sampai dunia ini kiamat. Jadi artinya kita akan terus bernyanyi untuk menyuarakan anti korupsi," tambahnya.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved