Pembantaian Pekerja di Papua

Sore Ini, Pasukan Gabungan Akan Evakuasi 31 Korban Pembantaian KKB Di Nduga Papua

Selain membantai 31 pekerja dari PT Istaka Karya, Kelompok KKB juga menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Papua, pada pukul 18.30 WIT.

Sore Ini, Pasukan Gabungan Akan Evakuasi 31 Korban Pembantaian KKB Di Nduga Papua
Warta Kota/Henry Lopulalan
ilustrasi.Pasukan gabungan TNI-Polri sedang simulasi penangan teror di komplek Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu(18/7/2019). Ribuan pasukan gabungan dari semua unsur dilibatkan untuk menjaga kesuksesan penyelenggaraan Asia Game ke 18 yang di laksanakan di Jakarta dan Palembang pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018. (Warta Kota/Henry Lopulalan) *** Local Caption *** 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Evakuasi 31 korban pembantaian kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB/KKB) di Kabupaten Nduga dan Ditrik Yigi, Papua akan dilakukan, Selasa (4/12/2018) sore ini.

Demikian disampaikan Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi, melalui sambungan telepon dengan Kompas TV, Selasa (4/12/2018).

"Kami rencanakan untuk evakuasi dilaksanakan pada sore hari ini menggunakan pesawat helikopter Angkatan Darat," ujar Letkol Dax Sianturi.

Namun, imbuh Letkol Dax Sianturi, semuanya itu akan sangat tergantung pada kondisi cuaca.

Karena, ada kecenderungan akan berkabut setelah pukul 13.00 di daerah Wamena.

"Karena itu rencana itu masih bisa berubah, apakah nanti akan menggunakan heli atau via darat," jelas Letkol Dax Sianturi.

Selain membantai 31 pekerja dari PT Istaka Karya, Kelompok KKB juga menyerang Pos TNI Yonif 755/Yalet di Mbua, Papua, pada pukul 18.30 WIT.

Menurut Dax Sianturi, satu anggota TNI gugur dan satu lainnya terluka.

Sekitar 10 kilometer jarak antara Pos TNI di Mbua ini dengan Distrik Yigi, Kabupaten Nduga yang menjadi lokasi penembakan 31 pekerja komstruksi jembatan Trans Papua dari PT Istaka Karya.

"Pasukan yang kita gerakkan dari Wamena sudah line up di pos TNI Yonif 755/Yalet."

Halaman
123
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved