Breaking News:

Mitra Pengemudi Laporkan Grab ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha

Grab dilaporkan ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) oleh mitra pengemudinya atas tuduhan dugaan pelanggaran kemitraan.

KOMPAS IMAGES
Ilustrasi 

Sanksinya bisa berupa penutupan usaha atau dikenakan denda Rp 10 miliar.

"Dam instansi yang memberikan izin usaha tersebut wajib menjalankannya maksimal 30 hari setelah penetapan sanksi," kata Guntur.

Guntur belum bisa memastikan kapan penelitian atas laporan mitra pengemudi Grab tersebut rampung.

Baca: Mayat Pria di Selokan Cianjur Masih Misteri, KTP Tak Sesuai Ciri Korban hingga Ada Foto Gadis Kecil

Alasannya penelitian laporan tersebut merupakan pijakan KPPU untuk melakukan investigasi.

"Kalau investigasi itu sudah masuk sebagai penegakan hukum dan prosesnya mungkin akan agak panjang karena perlu hati-hati juga," katanya.

Sebelumnya, Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengkritisi penetapan tarif yang terlampau rendah untuk pengemudi.

Menurut Igun, ada bukti Grab tidak memperhatikan aspek kesejahteraan dan kemanusiaan terhadap mitranya.

"Tarif yang sangat rendah membuat mitra bekerja lebih keras dan kelelahan, sehingga akhirnya berpengaruh pada sisi keamanan dan pelayanan," tutur Igun.

Berdasarkan perbandingan data di lapangan, tarif Grab Bike yang diterima pengemudi adalah Rp 1.200 per kilometer untuk perjalanan jarak dekat. Ada pun Go-Jek memberikan besaran tarif Rp 1.600 per kilometer untuk pengemudinya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul: Grab Dilaporkan Mitra Pengemudinya ke KPPU

Berita Populer
Editor: Adi Suhendi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved