Breaking News:

Sujiwo Tejo Kritik Pihak yang Mengukur Kemampuan Kepemimpinan Melalui Tolak Ukur Sembahyang

Sujiwo Tejo memberikan kritik terhadap kondisi bangsa melalui gurauan dan cara yang nyentrik, apakah kritiknya senyentrik penampilannya?

TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Budayawan Sujiwo Tejo menjadi Keynote Speaker pada Parade Bahasa Nasional 2013 di Kampus Universitas Negeri Makassar. Kamis (10/10/2013). Kegiatan antar Perguruan Tinggi se Indonesia ini, mengambil tema "Perealisasian Hakikat Berbahasa, Sebuah Upaya Menemukan Identitas dan Martabat Bangsa" yang bertujuan untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang saat ini tatanannya telah banyak berubah akibat sejumlah fenomena sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Seniman sekaligus budayawan Sujiwo Tejo berkicau tentang tolak ukur memilih presiden.

Hal ini disampaikan oleh Sujiwo Tejo melalui kicauan Twitternya, Kamis (13/12/2018).

Dalam kicauannya, Sujiwo Tejo mengungkapkan tentang percakapan para Punawakawan.

Punakawan ini terdiri dari Semar, Gareng, Petruk dan Bagong.

Tentunya, percakapan tersebut sarat makna dan kritik sosial.

Sebagaimana diketahui, Sujiwo Tejo yang kerap tampil nyentrik ini memang kerap mengkritik lewat gurauan, parodi maupun lewat karya-karya yang ia ciptakan.

Dalam percakapan tersebut, Gareng mengatakan bahwa untuk mengukur sesuatu perlu memakai alat ukur yang tepat.

Seperti saat mengukur panjang, maka alat ukurnya adalah meteran, bukan memakai termometer.

Menanggapi pernyataan Gareng, Petruk setuju dan menimpali bahwa termometer adalah alat untuk mengukur suhu tubuh.

Bagong kemudian menyeletuk di antara Gareng dan Petruk dan meminta kedua saudaranya itu untuk tidak berbasa-basi.

BACA HALAMAN SELANJUTNYA >>>

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved