Tsunami di Banten dan Lampung

Sempat Kabur karena Keadaan Mencekam, Petugas Kebersihan Ini Balik Lagi Demi Absensi

Suasana mencekam begitu terasa ketika terjangan ombak akibat pasangnya air laut pada Sabtu (22/12) malam di Selat Sunda, menerpa kapal-kapal

Sempat Kabur karena Keadaan Mencekam, Petugas Kebersihan Ini Balik Lagi Demi Absensi
TRIBUNNEWS.COM/DANANG TRIATMOJO
Apriadi (31) seorang petugas kebersihan Pelabuhan Merak yang ada di lokasi ketika Tsunami di Selat Sunda terjadi. Minggu (23/12/2018). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suasana mencekam begitu terasa ketika terjangan ombak akibat pasangnya air laut pada Sabtu (22/12) malam di Selat Sunda, menerpa kapal-kapal yang terparkir di Dermaga 6 Pelabuhan Merak.

Apriadi, pria 31 tahun yang berprofesi sebagai petugas kebersihan Pelabuhan Merak ini merasakan sendiri bagaimana mencekamnya malam itu.

Kala itu, dirinya tengah asik beristirahat setelah mengepel lantai lorong menuju Kantor ASDP Ferry, masih di kawasan Pelabuhan Merak.

"Saya lagi duduk-duduk santai di atas. Abis terasa gemuruh dug-dug-dug! Bunyi kapal yang mentok dinding itu. Goyang ombaknya gede. Pas itu saya nengok ke pantai, rame tuh pada liatin laut," katanya di Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (23/12/2018) sore.

Setelah banyak dari para petugas Pelabuhan, termasuk dirinya melihat kondisi laut saat itu, salah seorang dari mereka berteriak "laut naik, laut naik", lalu menyerukan pulang atau pergi dari lokasi untuk sementara waktu.

Baca: Jadi Korban Tsunami Banten, Gitaris Seventeen Rencananya Dimakamkan di Ternate

Melihat petugas lainnya pulang, Apriadi pun ikut kabur menyelamatkan diri ke rumahnya di Merak Nangon 2 menggunakan motor.

"Mencekam banget malem itu, bunyi kapalnya kenceng. Abis itu pada pulang semua, saya ikut pulang. Saya ikut kabur takutlah menghindar," tuturnya.

Atas kejadian itu, tak sedikit dirinya mendapat kabar simpangsiur dari rekan-rekannya. Mulai dari gunung meletus, sekedar luapan air laut yang pasang, hingga kabar adanya Tsunami.

Lucunya, setelah dia pergi menyelamatkan diri ke rumah, Apriadi kembali lagi ke Dermaga pada malam yang sama, hanya berselang 2 jam dari peristiwa.

Ternyata, dirinya lupa alias belum mengisi absensi kehadiran kerja hari itu.

"Jam 12 kesini lagi buat absen," pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved