Tsunami di Banten dan Lampung

Trauma Healing untuk Pulihkan Psikologi Warga yang Terdampak Tsunami di Pandeglang

Gelombang Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam menghantam sejumlah wilayah di Lampung Selatan dan Provinsi Banten.

Trauma Healing untuk Pulihkan Psikologi Warga yang Terdampak Tsunami di Pandeglang
Istimewa
Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan trauma dan mengurangi beban penderitaan yang sedang dialami pasca terjadinya tsunami. 

TRIBUNNEWS.COM - Gelombang Tsunami Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam menghantam sejumlah wilayah di Lampung Selatan dan Provinsi Banten.

Ratusan orang meninggal dunia, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi ke posko-posko darurat. Kabupaten Pandeglang, Banten menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dari bencana ini.

Hari Sabtu (29/12/2018) hingga esok, CT ARSA Foundation bersama Komunitas ARSA Banten lakukan pendampingan psikososial atau trauma healing untuk menghibur warga di posko pengungsian Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan trauma dan mengurangi beban penderitaan yang sedang dialami pasca terjadinya tsunami. Berdasarkan data Kepolisian Resort Pandeglang Banten, tercatat sebanyak 200 orang pengungsi berada di aula kantor Kecamatan Jiput, Pandeglang.

Baca: Gempa di Filipina, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Dalam kegiatan ini juga mengajak warga untuk melakukan senam pagi bersama, memberikan motivasi kepada anak-anak dengan menulis dan menggambarkan cita-cita, membagikan Susu UHT dan makanan sehat disertai penyuluhan tentang pola hidup sehat.

Selain itu, 1 unit Mobil Pintar juga didatangkan ke lokasi pengungsian untuk membantu anak-anak melupakan sejenak kesedihannya dengan kegiatan mendongeng dan membaca buku yang didampingi oleh tutor Mobil Pintar.

Di samping mendapatkan pengetahuan lewat buku, anak-anak di lokasi pengungsian juga akan memainkan permainan-permainan tradisional dan beberapa perlombaan 17an didampingi Komunitas ARSA Banten untuk melatih sportifitas dan kekompakan.

Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved