Selasa, 21 April 2026

Koordinator Forum Takmir DKI Jakarta Minta Urusan Pilpres Tak Dibawa ke Masjid

Menurutnya, hal itu dilakukan agar hubungan keharmonisan umat tetap terjaga meskipun berbeda pandangan pilihan di Pemilu 2019

Editor: Choirul Arifin
HANDOUT
Acara Halaqoh dan Silaturahim Takmir Masjid di Masjid Al Islah Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Koordinator Forum Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta Ahmad Muslim mengajak takmir masjid melakukan upaya pencegahan agar masjid tidak dijadikan alat media politik serta disalahgunakan oleh oknum tak bertanggungjawab untuk berkampanye.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar hubungan keharmonisan umat tetap terjaga meskipun berbeda pandangan pilihan di Pemilu 2019 dan memfungsikan masjid sebaga tempat ibadah menebar rahmat, kebaikan dan sebagai wadah pemersatu umat.

“Realita saat ini, tuduhan kafir, musyrik dan munafik terhadap paham yang berbeda mengindikasikan radikalisme agama telah berkembang di masjid-masjid tertentu bisa menjadi pemicu perpecahan bangsa. Karena itu, menjadi tugas penting takmir masjid bersama tokoh agama dan masyarakat untuk mengikis habis sebelum tumbuh menjadi besar,” kata Ahmad Muslim dalam keterangan pers tertulis kepada Tribunnews, Kamis (10/1/2019).

Ahmad Muslim menyampaikan pesannya ini di acara Halaqoh dan Silaturahim Takmir Masjid yang mengangkat tema '‘Mewujudkan Masjid sebagai Wadah Pemersatu Umat, Bangsa, dan Negara’ di Masjid Al Islah Kementerian Koperasi dan UKM Jakarta Selatan, Kamis (10/1/2019).

Muslim berpendapat, Isu politik yang diangkat ke permukaan seharusnya tentang cara mengurangi kemiskinan dan pengangguran bukan kampanye hitam, fitnah dan berita bohong (Hoax) agar lebih subtantif dan menciptakan sistem demokrasi yang damai.

Baca: Gandeng Produsen Asal Eropa Atau AS, GMF Siapkan Pabrik Ban Pesawat di Pulau Jawa

“Maka dari itu, di acara Halaqoh dan Silaturrahim ini kami Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) Jakarta menyatakan menolak segala bentuk politisasi masjid yang dapat memecah belah persatuan umat dengan menjaga peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah kepada Allah SWT, pusat gerakan dakwah, pendidikan dan kegiatan sosial keagamaan lainnya,” tegas Muslim.

Pihaknya menghimbau seluruh elemen masyarakat agar mendukung gerakan mengembalikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan, serta menyerukan kepada umat Islam untuk turut serta terlibat aktif dalam menjaga dan memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah menebar kebaikan dan tempat penyampaian ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Pembicara lainnya di acara ini, KH Soleh Sofyan M Ag mengatakan, riwayat hadis Nabi Muhammad SAW menyebutkan, terminologi mesjid tidak tidak lepas dari fungsinya yang digambarkan sebagai sajadah atau tempat sujud, tempat sholat yang kemudian ditafsirkan sebagai sholat berjamaah.

“Jika berbicara tentang fungsi masjid, rujukannya dari Anas ra bahwa ada hadits dari Rasulullah SAW terkait dengan adanya orang Arab Badui yang tiba-tiba kencing di masjid saat Nabi dan sahabat ada di masjid, sahabat saat itu marah, tetapi sikap nabi justru sebaliknya yang bersikap tenang dan bijaksana dengan menasehati orang Arab Badui itu dengan baik," ungkapnya.

Karena itu, muncul bahwa masjid itu fungsinya adalah tempat untuk bersujud, ibadah, berdzikir dan untuk bersama-sama. Kalau kejadian orang Arab Badui itu terjadi saat sekarang, pasti orang Arab Badui tersebut langsung diviralkan, dikafirkan, dan lain-lain,” katanya.

“Jangan sampai jadikan masjid sebagai sarana untuk memecah belah umat khususnya di tahun politik. Silahkan mau pilih pasangan calon siapa saja, yang jelas saya tidak mengarahkan ke salah satu paslon. Kalau mau memilih pemimpin itu harus sholat istikhoroh, tidak perlu ribut-ribut di sosial media," lanjutnya.

KH Soleh Sofyan menambahkan saat Pilgub DKI 2017 ada orang-orang yang menulis-nulis untuk disebarkan ke sosial media dari masing-masing kubu yang tidak memperdulikan kebenaran informasi tersebut.

“Fenomena ini yang berbahaya karena menyebarkan kebohongan secara luas di tengah masyarakat. Mari kita perbaiki akhlaq kita yang selama ini suka menyebarkan berita-berita palsu, yang gampang terprovokasi, yang gampang emosi dan yang gampang menyalah-nyalahkan orang lain,” kata dia.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved