Penyidik KPK Diteror

Respons Novel Baswedan Sikapi Pembentukan TGPF Kasusnya Dikaitkan dengan Debat Pilpres 2019

Penyidik KPK Novel Baswedan tidak mau bicara soal tim gabungan soal kasusnya dikaitkan dengan debat pertama pemilihan presiden 2019.

Respons Novel Baswedan Sikapi Pembentukan TGPF Kasusnya Dikaitkan dengan Debat Pilpres 2019
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tidak mau bicara soal tim gabungan soal kasusnya dikaitkan dengan debat pertama pemilihan presiden 2019.

Polri sebelumnya telah mengeluarkan surat tugas pembentukan Tim Gabungan Penncari Fakta (TGPF) untuk kasus Novel Baswedan.

Tim itu bakal bertugas selama enam bulan terhitung sejak 8 Januari 2019 guna mengusut kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017.

Baca: Hendi Realisasi Janji Ubah Wajah Kota Semarang di 2018

"Saya tidak ingin lari ke sana walaupun itu (debat pilpres) mungkin-mungkin saja. Saya tidak ingin membicarakan hal itu karena saya akan dianggap kemudian mencampuradukkan urusan investigasi ini dengan politik," ucap Novel Bawedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/1/2019).

Novel Baswedan hanya menginginkan kepentingan politik bisa digunakan untuk mendukung pemberantasan korupsi.

"Saya ingin kita sadar kepentingan politik kita sebetulnya bisa digunakan untuk mendukung KPK menjadi lebih kuat dan pemberantasan korupsi menjadi lebih serius," katanya.

Baca: Kronologi Suami Tewas Dibakar Istri Gara-gara Tak Beri Pasword HP, Respon Korban Jadi Pemicu

Diberitakan sebelumnya, Pegiat HAM Haris Azhar menyebut pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Novel Baswedan terkesan hanya untuk persiapan Presiden Joko Widodo dalam debat pertama pemilihan presiden 2019.

Baca: Viral di Twitter Jokowi Dituding Bohong Soal Asal SMAnya, Tanggapan Gibran Rakabuming Menggelitik

Debat yang akan berlangsung Kamis pekan depan, 17 Januari itu membahas isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

Haris mempertanyakan mengapa tim ini justru mulai bekerja menjelang debat Pilpres.

Baca: Kapolri Hadiri Ekspos Program Penertiban Nasional Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera

"Aneh, kok seolah bekerja pas mau debat. Saya khawatir dibentuk tim ini, hanya untuk menyediakan jawaban buat Jokowi saat debat," kata Haris, Jumat (11/1/2019).

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved