Pesawat Lion Air Jatuh

KNKT Gandeng NTSB dari Amerika Serikat Untuk Menganalisi CVR Lion Air PK-LQP

KNKT akan menggandeng National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat untuk melakukan analisis terhadap CVR Lion Air PK-LQP

KNKT Gandeng NTSB dari Amerika Serikat Untuk Menganalisi CVR Lion Air PK-LQP
Tribunnews.com/ Rizal Bomantama
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya akan menggandeng National Transportation Safety Board (NTSB) dari Amerika Serikat untuk melakukan analisis terhadap CVR (Cockpit Voice Recorder) Lion Air PK-LQP yang ditemukan pekan lalu.

Soerjanto menjelaskan NTSB merupakan lembaga sejenis KNKT dari Negeri Paman Sam tersebut.

“Beberapa tes dan pendalaman akan dilaksanakan bersama NTSB,” jelas Soerjanto ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta Pusat, Senin (21/1/2019).

Baca: KPK Temukan Bukti Baru dalam Kasus Suap Proyek SPAM di Kementerian PUPR

Soerjanto mengatakan membantu KNKT dalam proses analisis CVR Lion Air PK-LQP menjadi kewajiban NTSB lantaran pesawat jenis B737-8 Max itu buatan Amerika Serikat.

“Kewajiban membantu KNKT adalah bagian dari kewajiban NTSB, Boeing sebagai produsen pesawat, dan lain-lain,” tegas Soerjanto.

Ia mengatakan percakapan dalam CVR tersebut kini sedang ditranskrip.

Baca: Bakal Pecahkan Rekor MURI, Inilah Festival Perang Air di Kepulauan Meranti Mulai 7 Februari

Selama dua jam percakapan yang terekam dalam alat tersebut sedang ditranskrip untuk mengetahui keadaan di dalam pesawat Lion Air sebelum jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat akhir tahun 2018 lalu.

Soerjanto menjelaskan bahwa audio yang terekam dalam alat tersebut dalam kondisi bagus dan jernih untuk didengarkan.

Baca: Luncurkan Atribut RedMe, Bukti PDIP dan Jokowi-Kiai Maruf Dukung Kreasi Anak Muda

“Mungkin ada beberapa bagian yang perlu didengarkan berkali-kali lalu dengan trik tertentu baru terdengar jelas, tapi sebagian besar terdengar jelas, mudah-mudahan pada Agustus 2019 kita bisa selesaikan seluruh transkripnya karena perlu diplah menjadi ‘final report’,” jelasnya.

“Sekarang masih kami transkrip sembari kami analisis dan investigasi, tinggal menunggu lengkapnya, sementara belum bisa kami sampaikan,” katanya.

Penulis: Rizal Bomantama
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved