Breaking News:

KPK Periksa Direktur Pengembangan SPAM Kementerian PUPR Terkait Korupsi Penyediaan Air Minum

Agus Ahyar bakal dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). Seluruh kegiatan KPK akan pindah ke gedung baru pada akhir tahun ini. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Agus Ahyar.

Agus Ahyar bakal dimintai keterangan terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan SPAM Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Baca: Kasus Korupsi SPAM Kementerian PUPR, KPK Periksa Staf Keuangan PT WKE

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budi Suharto, Direktur Utama PT WKE)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (21/1/2019).

Selain Ahyar, KPK turut memeriksa PNS Kementerian PUPR Dita Aprijanti, Site Manager PT Tashida Sejahtera Perkasa Soleh, Direktur Operasional PDAM Donggala Rizal, Mantan Kasatker SPAM Tempang Bandaso, dan Mantan Direktur Jenderal Cipta Karya Danny Sutjiono. Semuanya bakal diperiksa untuk Budi.

Selain keenam saksi tersebut, kata Febri Diansyah, ada seorang saksi yang bakal diperiksa untuk Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, yaitu Columbanus Priardanto dari unsur swasta.

Dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018 itu, KPK menetapkan delapan orang tersangka di antaranya 4 petinggi perusahaan diduga sebagai pihak pemberi suap yakni Direktur Utama (Dirut) PT Wijaya Kesuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily sundarsih (LSU); Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Kemudian empat orang pejabat Kementerian PUPR yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suapnya di antaranya Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE); PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN); dan PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

Anggiat, Meina, Teuku, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuran, Lampung, Toba 1 dan Katulampa.

Kemudian, 2 proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Halaman
123
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved