KPK Perkuat Bukti Suap dari PT WKE ke Sejumlah Pejabat Kementerian PUPR

Selain itu, penyidik juga mendalami mengetahuan saksi dari pihak Kementerian PUPR terkait proses penerimaan uang dan transaksi keuangan

KPK Perkuat Bukti Suap dari PT WKE ke Sejumlah Pejabat Kementerian PUPR
Ilham Rian Pratama/Tribunnews.com
Febri Diansyah 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat bukti-bukti dan keterangan pemberian suap dari pihak PT Wijaya Kesuma Emindo (PT WKE) kepada sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Juru bicara KPK Febri Diansyah menyampaikan, untuk mendalami hal tersebut dalam kasus dugaan suap terkait pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR, pihaknya memeriksa dua orang saksi.

Adapun kedua orang saksinya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian PUPR yakni A Ibrahim Nawawi dan Frederik S Pabuna untuk tersangka Teuku Moch Nazar (TMN).

Baca: ABK asal Indonesia di Taiwan Deklarasi Menangkan Jokowi-Amin

"Penyidik mengonfimasi pengetahuan saksi terkait proses pemberian uang dari PT WKE terkait suap pelaksanaan proyek SPAM," kata Febri kepada wartawan, Kamis (7/2/2019).

Selain itu, penyidik juga mendalami mengetahuan saksi dari pihak Kementerian PUPR terkait proses penerimaan uang dan transaksi keuangan dalam pelaksanaan proyek SPAM

Baca: Cerita Hotman Paris Menangisi Dua Perempuan Berharga: Diikuti Penyesalan dan Kebanggaan

Dalam kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018, KPK menetapkan 8 orang tersangka di antaranya 4 petinggi perusahaan diduga sebagai pihak pemberi suap yakni Direktur Utama (Dirut) PT Wijaya Kesuma Emindo (PT WKE), Budi Suharto (BSU); Direktur PT WKE, Lily sundarsih (LSU); Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), Irene Irma (IIR); dan Direktur PT TSP, Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Kemudian 4 orang pejabat Kementerian PUPR yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suapnya di antaranya Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Strategis atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare (ARE). PPK SPAM Katulampa, Meina Woro Kustinah (MWR); Kepala Satker SPAM Darurat, Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1, Donny Sofyan Arifin (DSA).

Baca: Erupsi Gunung Karangetang, Ada Upaya Warga Dipaksa Mengunsgi

Anggiat, Meina, Teuku, dan Donny diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait dengan pembangunan SPAM tahun anggaran 2017-2018 di Umbulan 3 Pasuran, Lampung, Toba 1 dan Katulampa. Kemudian, 2 proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Adapun rinciannya yakni Anggiat menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar Amerika untuk pembangunan SPAM Lampung serta Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur. Meina menerima Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan Katulampa.

Halaman
12
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved