Luhut Binsar Panjaitan: Jadi Pejabat Publik Harus Siap Semua Orang Tahu Barangmu

diwarnai kericuhan yang terjadi di area kursi barisan paling depan. Hal itu terungkap dalam video unggahan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief

Luhut Binsar Panjaitan: Jadi Pejabat Publik Harus Siap Semua Orang Tahu Barangmu
Apfia Tioconny Billy
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan debat Capres cawapres kedua di Hotel Sultan, Jakarta Selatan Minggu (17/2) malam, diwarnai kericuhan yang terjadi di area kursi barisan paling depan. Hal itu terungkap dalam video unggahan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief di media sosial twitter.

Dalam video tampak kedua kubu berseteru usai Capres petahana Joko Widodo menyindir hak kepemilikan lahan Prabowo Subianto di wilayah Aceh Tengah dan Kalimantan Timur dengan luas ratusan ribu hektare. Prabowo saat debat, meluruskan bahwa tanah itu bukan status milik, melainkan HGU (Hak Guna Usaha).

Selain itu, dalam video tersebut juga terlihat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang terlibat ditengah-tengah situasi itu.

Baca: Luhut: Kalau Masih Ada Bisnis Saya, Silakan Ambil

Berikut petikan tanya-jawab terkait beberapa hal di dalam debat capres dan polemik HGU dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Bindar Panjaitan saat ditemui di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta Pusat, Rabu (20/2/2019) petang.

Sesaat setelah debat, sempat terjadi protes tim kampanye Prabowo, dan videonya viral. Dalam video itu antara lain tampak wajah Anda dan Ferdinand Hutahaehan (politisi Demokrat dan Tim BPN Prabowo -Sandi) sempat seperti bersitegang. Apa sesungguhnya yang terjadi? mengapa Anda sampai berdiri?

Nggak ada apa-apa, saya nggak ribut kok, baik baik aja. Karena di depan kami sudah banyak orang, saya kan boleh 'bilang jangan ribut-ribut', masa nggak boleh. Saya bilang cooling down tidak elok dilihat orang.

Terkait kepemilikan lahan itu hal pribadi yang boleh diperdebatkan nggak sih pak sebenarnya?
Ya boleh. Kalau kau sok-sok bersih kan, kau bisa dilihatin kalau kau misalnya itu (penyelewengan).

Kalau dibilang, boleh aja, kenapa (dianggap) hal pribadi. Itukan publik domain, itu ada. Makanya kalau kau jadi pejabat publik kau harus siap semua orang tahu barangmu.

Baca: Ferdinand Hutahaean: Pak Luhut Tak Marah, Malah Menenangkan Saya

Mereka yang kemudian dibilang memiliki lahan ratusan hektare itu, produktif nggak sih pak?
Kan mesti diteliti lagi, saya nggak bisa komentar sekarang soal itu.

WALHI menuding perusahaan Anda di Kalimantan Timur menyerobot lahan petani, bagaimana komentar anda? Bagaimana kronologis pemilikan lahan itu?
Nggak ada, kan public company. Masa public company bisa gitu. Makanya WALHI itu asal ngomong aja dia itu. Suruh ke saya.

Perusahaan Anda, Toba Sejahtera holding - join venture dengan perusahaan Jokowi Rakabu menjadi Rakabu Sejahtera, di bidang perkebunan jati dan furnitur, apakah masih berjalan sampai sekarang?
Jalan, seperti Toba Barat Sejahtera, mereka kan masih jalan. Pemiliknya itukan Rizal anaknya pak Andrea Rizal itu.

Kepemilikan lahan yang dituduhkan ke bapak ketika sudah jadi Menteri?
Nggak ada. Kalau ada kau ambil dari saya. Ya kalau yang saya sudah miliki dulu, ya masih saya milikin.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved