Breaking News:

Kasus Suap di Bekasi

Pengacara: Fakta Sidang Ungkap Tidak Ada Keterlibatan Billy Sindoro

Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung hari ini melanjutkan sidang kasus dugaan suap Pemkab Bekasi dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa P

TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Empat terdakwa kasus dugaan suap Meikarta, yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, pegawai Lippo Group Henry Jasmen Sitohang, serta konsultan Lippo Group Fitradjaja Purnama dan Taryudi menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (19/12/2018). 

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Bandung hari ini melanjutkan sidang kasus dugaan suap Pemkab Bekasi dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa Penuntut Umum membacakan tuntutan kepada masing-masing terdakwa yaitu konsultan independen Fitrajaya Purnama, konsultan Henry Jasmen, konsultan Taryudi, dan Billy Sindoro mantan eksekutif Siloam.

Menanggapi hal tersebut, Ervin Lubis, tim pengacara Billy Sindoro, melalui keterangan tertulisnya menyampaikan beberapa poin, di antaranya:

Baca: Ini Tanggapan Billy Sindoro Usai Dituntut Lima Tahun

1.Tuntutan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang kuat karena fakta persidangan hanya membuktikan ketiga konsultan independen yaitu Fitrajaya, Henry Jasmen dan Taryudi memiliki peran dan melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan.

Itupun mereka mengungkapkan adanya tindakan pemerasan sehingga terjadi pemberian uang/ janji kepada sejumlah pejabat dan aparat pemkab Bekasi.

2.Dalam dakwaan disebutkan tentang pemberian uang Rp16 Miliar dan SGD 270 ribu, sedangkan fakta persidangan mengungkapkan Billy Sindoro tidak memiliki peran serta kaitan dengan pemberian uang tsb.  Billy Sindoro tidak terbukti memberikan uang atau menjanjikan sesuatu kepada pejabat dan aparat.

3.Dari 93 saksi yang telah diperiksa penyidik KPK dan 53 orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan tidak ada satu pun fakta fisik dan bukti materiel yang menguatkan dakwaan. 

Billy tidak mengenal satupun aparat Pemda baik di Bekasi maupun di propinsi Jabar. Meskipun terjadi pertemuan antara Billy dengan Bupati Bekasi namun dalam pertemuan tersebut tidak terbukti ada pemberian uang / janji sebagaimana yang didakwakan. 

4.Mengenai pemberian uang sebesar Rp16 Miliar dan SGD 270 ribu, Saksi-saksi yang memberikan keterangan dalam persidangan termasuk Saksi-kunci yaitu konsultan Henry Jasmen, Fitradjaja maupun Taryudi, tidak ada satupun yang menyatakan adanya keterlibatan atau peranan Billy dalam pemberian uang/janji kepada pejabat dan aparat oleh Billy Sindoro sebagaimana didakwakan.

5.Dalam persidangan ternyata ditemukan fakta bahwa sumber uang dan proses pemberian uang tidak bisa dibuktikan ada hubungannya dengan Billy Sindoro. Saksi Henry Jasmen mengungkapkan bahwa sumber uang adalah pengusaha Surabaya, bukan Billy Sindoro.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Produk Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved