Breaking News:

Tokoh Muda NU: Agama dan Politik tak Bisa Dipisahkan tapi Bisa Dibedakan

Menurut Taufik, bahwa setiap orang sudah seharusnya menghormati tempat-tempat keagamaan

Reynas Abdila/Tribunnews.com
Taufik Damas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - “Memang agama dan politik tidak bisa dipisahkan tetapi bisa dibedakan.”

 Kalimat pembuka itu dilontarkan Taufik Damas, Tokoh Muda NU sekaligus Wakil Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta di acara yang digelar Alumni Theresia Bersatu di Hotel Alila, Jakarta, Sabtu (23/2/2019).

 Hal ini ditegaskan Taufik menyusul maraknya penyebaran hoax yang terjadi di tempat ibadah (keagamaan).

 Pesan-pesan politik belakangan kerap disampaikan khotbah saat khutbah salat Jumat.

 Menurut Taufik, bahwa setiap orang sudah seharusnya menghormati tempat-tempat keagamaan, tempat di mana orang menimba ilmu agama.

 “Ngomong politik boleh, tapi kalau kampanye politik tidak boleh. Sama dengan ngomong ekonomi di tempat ibadah boleh tetapi jualan tidak boleh,” paparnya.

Baca: TKN: Jokowi-Maruf Sudah Unggul 4,1 Persen di Jawa Barat

 Tempat, sambungnya, adalah tempat manusia bersatu di balik perbedaan latar belakang pendidikan, pekerjaan hingga partai.

 “Kalau sudah didalam tempat ibadah kita harus menyatu dalam akidah, spiritual, dan iman,” tuturnya.

 Taufik tidak membenarkan adanya praktik kampanye di masjid karena dapat memecah belahkan antara umat manusia.

 Pengurus Besar Masyarakat Cinta Masjid atau PB MCM mengimbau kepada para Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh Indonesia untuk dapat menangkal masuknya kepentingan politik praktis dalam lingkungan masjid.

 Ketua PB MCM, Wishnu Dewanto menilai bahwa di tahun 2019 ini telah banyak terjadi kasus kepentingan politik praktis di lingkungan masjid.

 Hal itu berkaitan dengan digelarnya pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden, pada 17 April 2019 mendatang.

 Menurut Wishnu, masjid yang diperuntukkan sebagai rumah ibadah justru malah difungsikan sebagai tempat berkampanye sebagian oknum politisi.

 "Masjid dan musala yang berjumlah lebih dari 1 juta di Indonesia ini, diperuntukkan untuk umat Islam beribadah dan meningkatkan pengetahuan serta ketakwaannya," kata Wishnu.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved