Buka Munas Alim Ulama, Jokowi Ajak Warga NU Terus Jaga Persaudaraan

Negara Afganistan itu kaya karena deposit emas dan migasnya terbesar dunia, problem dimulai saat dua suku bertikai dan akhirnya perang

Buka Munas Alim Ulama, Jokowi Ajak Warga NU Terus Jaga Persaudaraan
Fabian Januarius Kuwado/KOMPAS.com
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara Musyawarah Nasional Alim Ulama serta Konferensi Besar NU di Pondok Pesantren Al Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019) siang. 

TRIBUNNEWS.COM, BANJAR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) untuk terus menjaga persaudaraan dan persatuan di Tanah Air. 

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Munas Alim Ulama sekaligus Konbes NU di Pondok  Pesantren Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, Rabu (27/2/2019).

"Pertama saya ucapkan terimakasih NU sudah berikan konstribusi dalam merawat Indonesia. Nu juga selalu terdepan untuk cegah siapapun yang ingin ganti dasar negara kita, Pancasila," papar Jokowi

Setelah memberikan apresiasi kepada NU, Jokowi pun bercerita soal kunjungan dirinya waktu ke Afghanistan dan berbicara dengan istri Presiden Afghanistan soal konflik di negaranya. 

"Negara Afganistan itu kaya karena deposit emas dan migasnya terbesar dunia, problem dimulai saat dua suku bertikai dan akhirnya perang," papar Jokowi.

Menurutnya, Afghanistan memiliki 7 suku dan Indonesia mempunyai 714 suku, sehingga diperlukan upaya-upaya dalam menjaga persatuan serta persaudaraan di masyarakat. 

Baca: KPU Telah Susun Draft Kampanye Rapat Umum yang Terbagi Dua Zona

"Apa yang ingin saya sampaikan, kalau sudah terjadi perang, mempersatukannya sangat sulit. Apa yang beliau (istri Presiden Afghanistan) sampaikan, saat perang yang dirugikan ada dua, wanita dan anak-anak," papar Jokowi.

Istri Presiden Afghanistan itu pun, kata Jokowi, meminta dirinya untuk berhati-hati dan jangan membiarkan konflik sekecil apapun agar tidak meluas ke berbagai daerah.

"Saya titip jangan sampai karena urusan pilihan bupati, gubernur, walikota, Pilpres, kita tidak merasa saudara sebangsa dan setanah air. Hati-hati kalau ada rasa itu, saya ajak semuanya untuk jaga ukhuwah Islamiah dan wathoniyah kita," ujar Jokowi

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved