Zumi Zola Terjerat Kasus

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 4,375 Miliar Terkait Suap Ketuk Palu Zumi Zola

Febri menjelaskan, total uang yang dikembalikan 14 anggota DPRD Jambi itu mencapai total Rp4,375 miliar.

KPK Terima Pengembalian Uang Rp 4,375 Miliar Terkait Suap Ketuk Palu Zumi Zola
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Terdakwa kasus suap dan gratifikasi proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Zumi Zola menjalani sidang dengan agenda Putusan di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta, Kamis (6/12/2018). Zumi Zola divonis 6 tahun penjara dengan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - KPK menerima pengembalian uang terkait kasus dugaan penerimaan suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

"Selama proses penyidikan kasus ini, terdapat 14 orang anggota DPRD Jambi baik yang berstatus tersangka ataupun saksi yang telah mengembalikan uang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (2/3/2019).

Febri menjelaskan, total uang yang dikembalikan 14 anggota DPRD Jambi itu mencapai total Rp4,375 miliar.

Pengembalian uang dilakukan secara bertahap, mulai dari Rp20 juta, Rp100 juta, Rp250 juta, hingga Rp600 juta dalam sekali pengembalian.

Komisi antirasuah, ujar Febri, menghargai sikap kooperatif ini.

Ia pun mengingatkan pada anggota DPRD Jambi lainnya agar mengembalikan uang jika pernah menerima uang terkait dengan kewenangannya selama bertugas di DPRD Jambi.

"Hal ini akan dipertimbangkan sebagai faktor yang meringankan dalam proses hukum yang berjalan," ujarnya.

Baca: Generasi Millenial Harus Bijak Bermedia Sosial dan Menentukan Hak Pilih

Sekadar informasi, kasus dugaan suap ini merupakan lanjutan dari rangkaian kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola.

Ada 12 anggota DPRD Provinsi Jambi yang ditetapkan KPK sebagai tersangka suap ketuk palu.

KPK menduga para tersangka itu mengumpulkan anggota fraksi di DPRD Jambi untuk terkait pengesahan RAPBD Jambi Tahun Anggaran 2017.

Diduga ada jatah Rp400 juta hingga Rp700 juta untuk tiap fraksi atau Rp100 juta hingga Rp200 juta per orang.

Adapun, total suap diduga berjumlah Rp16,34 miliar untuk RAPBD Tahun Anggaran 2017 dan 2018.

Selain 12 anggota DPRD Jambi, KPK menetapkan 1 pihak swasta, Joe Fandy Yoesman alias Asiang. 

Asiang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga memberi uang Rp5 miliar ke Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.

Uang itulah yang diduga diberikan kepada para anggota DPRD Jambi sebagai suap ketuk palu.

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved