Menurut Kepala BNPB, 99 Persen Kebakaran Hutan Akibat Ulah Manusia

Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (5/3/2019).

Menurut Kepala BNPB, 99 Persen Kebakaran Hutan Akibat Ulah Manusia
Chaerul Umam/Tribunnews.com
Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengungkap penyebab kebakaran hutan dan lahan di wilayah Indonesia adalah kesalahan manusia.

Hanya sebesar 1 persen saja penyebab kebakaran hutan dan lahan akibat alam.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (5/3/2019).

"Bahwa penyebab kebakaran ini 99 persen ini adalah akibat manusia, 1 persen alam. Akibat manusia ini kita bagi lagi ada yang tidak sengaja dan disengaja. Antara lain, tidak sengaja karena buang puntung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar. Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja" katanya di Ruang Kerja Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca: BNPB Sebut Riau Berpotensi Terjadi Kebakaran Hutan Maret-Juni 2019

Menurutnya, manusia melakukan tindakan demikian lantaran himpitan ekonomi masyarakat.

Solusinya, kata Doni, masyarakat bisa memanfaatkan lahan subur di Riau dalam rangka meningkatkan komoditas ekonomi rakyat seperti kopi dan lada.

Selain itu, Doni menilai pemanfaatan lahan bisa terealisasi, hal tersebut akan berdampak pada upaya pencegahan kebakaran.

Secara tidak langsung, mitigasi telah dilakukan.

"Upaya pencegahan dan mitigasi akan lebih baik dan efektif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Tahun 2015, kerugian ekonomi Indonesia mencapai Rp 221 triliun atau dua kali lipat akibat kerugian ekonomi di bencana tsunami di Aceh," terangnya.

⁣Dia pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk turut menjaga alam dengan sebaik-baiknya.

"Perubahan iklim banyak menjadi perbincangan di antara kita. Solusinya adalah kita menjaga alam, alam menjaga kita. Harus menjaga keseimbangan alam. Program pentahelix yang melibatkan semua unsur, para pakar atau akademisi, dunia usaha, pemerintah, masyarakat dan media," tandas Doni. 

Penulis: chaerul umam
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved