Breaking News:

PDIP: Selamat Hari Raya Nyepi 2019, Perkuat Prinsip Ketuhanan yang Berkebudayaan

Hasto: Hari Raya Nyepi mengandung pengertian harafiah sunyi, senyap, suatu proses spiritual menghentikan seluruh aktivitas kehidupan

Fransiskus Adhiyuda
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto di sela-sela Safari Kebangsaan X di Blangpidie, Aceh Barat Daya, Kamis (7/3/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi tahun 2019.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Hari Raya Nyepi mengandung pengertian harafiah sunyi, senyap, suatu proses spiritual menghentikan seluruh aktivitas kehidupan melalui Catur Brata, amati geni, amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan).

"Kesemuanya adalah proses menyucikan seluruh kehidupan alam raya. Maka Nyepi itu penuh dengan penghormatan amerta air kehidupan," ujar Hasto melalui keterangannya, Kamis (7/3/2019).

Baca: Inspirasi Tanpa Henti Dari Atlet Berprestasi Indonesia Stephanie Handojo

Bagi PDI Perjuangan, perayaan hari Nyepi merupakan cermin bagaimana negara Indonesia menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

"Nyepi adalah gambaran nyata pembumian sila Ketuhanan Yang Maha Esa, yang dijalankan dengan cara yang berkebudayaan, penuh toleransi, dan tiadanya egoisme dalam kehidupan beragama," tuturnya.

Dengan peringatan Nyepi tersebut, maka bangsa Indonesia terus memerkuat kehidupan spiritualnya, agar melahirkan kebahagiaan sejati, kebahagiaan lahir dan batin dalam kehidupan berbangsa yang begitu majemuk.

Penulis: chaerul umam
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved