Dosen UNJ Ditangkap

TNI Serahkan Proses Hukum Robertus Robet ke Polri

Ia menyatakan orasi Robet saat Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka pada Kamis (28/3/2019) yang diunggah sepotong-sepotong telah mengundang beragam re

TNI Serahkan Proses Hukum Robertus Robet ke Polri
Tribunnews.com / Rina Ayu
Robertus Robert, Ketua Prodi Sosiologi Universitas Negeri Jakarta, pada Senin (4/9/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi menerangkan bahwa pihaknya menyerahkan proses hukum tersangka penghinaan terhadap institusi TNI, Dosen Universitas Negeri Jakarta sekaligus Aktifis Robertus Robet, kepada Kepolisian RI.

Hal itu disampaikannya kepada Tribunnews.com lewat pesan Whats Up pada Jumat (8/3/2019).

"Menyikapi hal ini, TNI menyerahkan penanganan hukum terhadap saudara Robertus Robet kepada Polri," kata Sisriadi.

Ia juga mengatakan TNI juga akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi perkembangan situasi di masyarakat.

"Selanjutnya akan dilakukan koordinasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi di masyarakat," kata Sisriadi.

Baca: Budiman Sudjatmiko Kritik Rocky Gerung Naik Ambulans ke Acara, Fahri Hamzah Ungkit Soal Zaman Orba

Ia menyatakan orasi Robet saat Aksi Kamisan di depan Istana Merdeka pada Kamis (28/3/2019) yang diunggah sepotong-sepotong telah mengundang beragam reaksi di masyarakat.

"Rekaman video orasi saudara Robertus Robet pada agenda Kamisan di depan Istana Merdeka tanggak 28 Februari 2019 yang diunggah di media sosial telah mengundang beragam reaksi di masyarakat, karena ujaran-ujaran kebencian yang disampaikan melalui nyanyian mars ABRI yang diplesetkan," kata Sisriadi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian sedang mendalami penyebar video orasi dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Robertus Robet.

Baca: Bawaslu RI Temukan 158 WNA yang Diduga Masuk dalam DPT

Atas orasi yang dilakukan saat Aksi Kamisan minggu lalu, Robertus ditangkap pada Kamis (7/3/2019) dini hari, karena kasus dugaan penghinaan terhadap institusi TNI.

"(Penyebarnya) belum. Nanti akan didalami lagi," ujar Dedi usai pemeriksaan Robertus, di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/3/2019).

Halaman
12
Penulis: Gita Irawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved