Bamsoet Minta Komisi 1 Desak Panglima TNI Terjunkan Kekuatan Penuh Tumpas KKB

Menurutnya langkah tegas perlu dilakukan agar tidak ada lagi aparat TNI yang gugur saat bertugas di Papua.

Bamsoet Minta Komisi 1 Desak Panglima TNI Terjunkan Kekuatan Penuh Tumpas KKB
YouTube Tribun Medan TV
Penampakan markas kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku pihaknya sudah meminta kepada Komisi 1 untuk mendesak Panglima TNI menambah pasukan di Papua, menumpas kelompok kriminal bersenjata (KKB).

"Terkait kelompok kriminal bersenjata di Papua yang menewaskan aparat kita dari TNI, kami pimpinan DPR sudah meminta komisi 1 untuk mendesak panglima TNI untuk menambah pasukan dan segera melakukan penumpasan dengan kekuatan penuh," ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (11/3/2019).

Menurutnya langkah tegas perlu dilakukan agar tidak ada lagi aparat TNI yang gugur saat bertugas di Papua. Keberadaan dan aksi KKB ini sudah meresahkan dan mengkhawatirkan.

"Agar tidak berlarut-larut peristiwa atau kelompok bersenjata ini beroparasi," tuturnya.

Baca: Jalur KRL Jakarta-Bogor Belum Pulih 100 Persen, Penumpukan Penumpang Masih Terjadi di Cilebut

Terkait apakah perlu ada perubahan status dari KKB menjadi kelompok separatis, Bamsoet menyerahkan sepenuhnya kepada Komisi 1 dan Panglima TNI. Hanya saja yang perlu saat ini dilakukan adalah menerjunkan kekuatan penuh untuk menumpas KKB.

"Sudah saya katakan bawah harus dilakukan dengan kekuatan penuh jadi jangan tanggung-tanggung," pungkasnya.

Sebelumnya, Tiga personel Kopassus yang bertugas dalam Satgas Gakkum di Papua gugur dalam kontak senjata tak berimbang dengan sekitar 50-70 personel KKB pimpinan Egianus Kogoya, Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 08.00 WIT.

Tiga prajurit Kopassus yang gugur adalah Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji.
Tak hanya itu, KKB juga sempat menembaki helikopter TNI yang mengevakuasi jasad TNI.

Kontak senjata ini merupakan yang pertama sejak TNI mengirimkan 600 personel tambahan ke Papua untuk jalur pembangunan Trans Papua Wamena-Mumugu, khususnya dalam pembangunan jembatan.

Gugurnya personel TNI menghadapi serangan KKB di Papua bukan lah yang pertama.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved