Jemput Bola Pengembalian Dana Talangan LMAN, BUJT: Pertandingan 1 Kali, Nonton di Stadion 1 Tahun

BUJT berjumlah 32, sebagian besar adalah perusahaan BUMN dan sisanya adalah perusahaan swasta, salah satunya TLKJ.

Jemput Bola Pengembalian Dana Talangan LMAN, BUJT: Pertandingan 1 Kali, Nonton di Stadion 1 Tahun
Dokumentasi PT Translingkar Kita Jaya
Pada April 2019, Tol Cijago Seksi 1 dan Seksi 2 bakal tersambung sehingga total panjang kedua seksi ini mencapai 9,2 kilometer. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengembalian dana talangan Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh Pemerintah kepada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) ibarat membeli tiket masuk stadion dengan harga mahal untuk menyaksikan pertandingan sepak bola demi mendukung tim bola favoritnya.

Akan tetapi setelah masuk stadion, semua penonton harus bersabar karena jadwal pertandingan tidak ada, semua tergantung dari pemain dan wasit. Dan sampai saat ini hanya ada sekali pertandingan dalam setahun.

Pertandingan bola ini ada wasit tambahan, ada pemain bola yang menjadi wasit juga. Maka jika bola sudah masuk ke gawang bukan berarti sudah gol, tergantung dari keputusan dari pemain yang jadi wasit.

"Kami sebagai BUJT hanya duduk di bangku tribun paling belakang hanya jadi penonton dan menunggu pertandingan usai," kata Direktur Translingkar Kita Jaya (TLKJ), Hilman Muchsin kepada WartaKotaLive.com, Senin (18/03/2019).

“Selama setahun menunggu pertandingan di dalam stadion, kami harus menghadapi cuaca yang tidak menentu. Ibaratnya para penonton sampai pasang tenda dan gelar tikar hingga badan meriang dan masuk angin, memangnya ada yang mau kerokin?" kata Hilman Muchsin.

Ilustrasi di atas disampaikan oleh Hilman Muchsin atas kondisi pengembalian dana talangan PSN oleh Pemerintah kepada BUJT yang belum tuntas hingga kini.

BUJT hanya menjadi penonton yang diminta menjadi pembayar dana talangan tanah. BUJT tidak pernah melakukan proses administrasi dan dokumentasi ganti untung pengadaan tanah karena kewenangan itu ada di tangan BPN dan PPK.

BUJT berjumlah 32, sebagian besar adalah perusahaan BUMN dan sisanya adalah perusahaan swasta, salah satunya TLKJ.

BUJT hanya butuh kepastian pengembalian dana talangan itu, seperti dikatakan Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI), Kris Ade Sudiyono yang dikutip dari Kontan.

"Kami hanya menyediakan dana pembayaran ganti untung tanah yang sebenarnya kewajiban Pemerintah, namun BUJT memang diperbolekan menyediakan dana talangan itu," kata Hilman Muchsin.

Siapa para pemain bola di lapangan hijau itu?

Halaman
1234
Editor: Sanusi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved