ACT Berangkatkan Keluarga Zul Firmansyah, Korban Penembakan ke Selandia Baru

Tak hanya itu, ACT turut memfasilitasi keberangkatan para keluarga korban warga negara Indonesia (WNI) ke Selandia Baru.

ACT Berangkatkan Keluarga Zul Firmansyah, Korban Penembakan ke Selandia Baru
Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut merasakan duka terkait tragedi kemanusian di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019 dimana puluhan orang tewas dan lainnya luka akibat penembakaan. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) turut merasakan duka terkait tragedi kemanusian di Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019 dimana puluhan orang tewas dan lainnya luka akibat penembakaan.

ACT bertindak cepat dengan memberikan santunan dan bantuan bagi para korban peristiwa itu.

Tak hanya itu, ACT turut memfasilitasi keberangkatan para keluarga korban warga negara Indonesia (WNI) ke Selandia Baru.

ACT akan memberangkatkan empat orang, yaitu Handra Yaspita, Nurhamidah, Yulierma, dan Alhamdani, sebagai pihak keluarga Zul Firmansyah (40) dan Averro’es Omar Syah (2) salah satu WNI korban penembakan Selandia Baru.

Baca: Perekam dan Penyebar Video Teror 2 Masjid di Selandia Baru Diadili

Baca: Ahli Bahasa dan Kuasa Hukum Berdebat di Sidang Ahmad Dhani

"Zulfirmansyah harus segera bertemu keluarga. Dia sudah menjalani dua kali operasi dan kondisinya sudah semakin membaik," kata Wakil Presiden Senior ACT N Imam Akbari dalam jumpa pers di kantor ACT, Menara 165, Jakarta Selatan, Kamis (21/3/2019).

Anggota geng motor asal Selandia Baru, Black Power, melakukan Haka untuk menghormati para muslim yang terbunuh di tragedi penembakan Christchurch oleh seorang pria Australia bernama Brenton Tarrant.
Anggota geng motor asal Selandia Baru, Black Power, melakukan Haka untuk menghormati para muslim yang terbunuh di tragedi penembakan Christchurch oleh seorang pria Australia bernama Brenton Tarrant. (The Advertiser)

Iman mengatakan, penembakan massal di Christcurch merupakan bencana kemanusiaan yang menggugah rasa kemanusiaan setiap orang.

"Harus dipahami, kecepatan menjadi kunci di ranah kemanusiaan. Kemanusiaan memiliki sifat universal. Siapa pun yang memiliki hati nurani, pasti tersentuh dan terajak melihat bencana kemanusiaan di Christchurch," ungkap Iman.

Handra Yaspita, salah satu kakak Zulfirmansyah yang turut berangkat ke Selandia Baru, mengatakan ajakan ACT merupakan jawaban atas doa keluarga yang sempat putus harapan.

"Malam setelah kejadian, saat diwawancarai wartawan, saya sempat menyampaikan permintaan kepada pemerintah untuk memfasilitasi kami untuk menengok adik bungsu kami. Alhamdulilah doa kami terwujud," kata Handra.

Halaman
12
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved