Breaking News:

Menristek Dikti Mohammad Nasir Sebut Proyek PLTSa akan Sasar 11 Kota Lainnya

"Itu sesuai dengan (Perpres) yang telah dikeluarkan Presiden yaitu 12 kota dalam rangka menyelesaikan problem sampah," ujar Mohammad Nasir

Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir saat ditemui dalam acara peresmian Pilot Project Pengolahan Sampah Proses Termal (PLTSa Bantargebang), di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/3/2019) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Menghadiri acara peresmian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bantargebang, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menjelaskan rencana ke depan pemerintah terkait upaya pengelolaan sampah.

Mohammad Nasir mengatakan ada 12 kota yang akan menjadi target penerapan teknologi serupa.

Baca: Pangkas Keperluan Tidak Penting, Menristek Dikti Fokuskan Anggaran untuk Program Beasiswa

Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

12 kota Perpres tersebut meliputi DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Tangerang, Bekasi, Semarang, Bandung, Surakarta, Makassar, Manado, Denpasar, Palembang, dan Surabaya.

"Itu sesuai dengan (Perpres) yang telah dikeluarkan Presiden yaitu 12 kota dalam rangka menyelesaikan problem sampah," ujar Mohammad Nasir di PTST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (25/3/2019).

Perlu diketahui, Perpres tersebut untuk menggantikan Perpres Nomor 18 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis Sampah di Provinsi DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surakarta, Surabaya dan Makassar.

"Ini 12 kota ini adalah semua (memiliki) problem," kata Mohammad Nasir.

Pembangunan pilot project PLTSa yang dinamakan 'Merah Putih' itu, hanya membutuhkan waktu singkat yakni selama satu tahun, terhitung sejak 2018 lalu.

Bahkan PLTSa ini bisa disebut sebagai PLTSa pertama tanah air yang menggunakan teknologi termal yang sudah terbukti.

Nantinya, pilot project PLTSa Merah Putih itu juga akan dijadikan sebagai percontohan secara nasional.

Dalam project PLTSa Bantargebang ini, BPPT bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Peresmian pengoperasian Pilot Project PLTSa tersebut ditandai penekanan tombol sirine bersama Kepala BPPT Hammam Riza serta Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Baca: Kepala BPPT: Kita Harus Sadar, Teknologi Diperlukan dalam Pengelolaan Sampah

Pilot project PLTSa Merah itu memiliki kapasitas pengolahan sampah mencapai 100 ton per hari.

Sementara listrik yang dihasilkan dari PLTSa tersebut bisa mencapai bonus sebanyak '700 kilowatt hour (kWh) yang ditujukan untuk dialirkan ke internal lokasi pilot project itu.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved