Meski Romahurmuziy Diciduk KPK, PPP Berpotensi Dulang Banyak Suara di Pemilu 2019

Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Saifuddin Asrori menyebut PPP saat ini mempunyai brand kuat di tengah masyarakat.

Meski Romahurmuziy Diciduk KPK, PPP Berpotensi Dulang Banyak Suara di Pemilu 2019
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Ketua Umumm PPP Romahurmuziy atau yang akrab disapa Romy keluar gedung KPK Jakarta memakain rompi tahanan usai diperiksa oleh penyidik, Sabtu (16/3/2019). Romahurmuziy ditahan oleh KPK usai ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik UIN Syarif Hidayatullah, Saifuddin Asrori menyebut PPP saat ini mempunyai brand kuat di tengah masyarakat.

Walaupun menghadapi sejumlah permasalahan, misal ditangkapnya Muhammad Romahurmuziy oleh KPK, PPP tetap berpotensi memiliki suara yang besar pada Pemilu 2019.

“PPP meskipun kondisinya terpuruk seperti sekarang, tapi tetap berpotensi bangkit tergantung bagaimanapun para kader dan pengurus PPP melakukan pembenahan pada proses selanjutnya hingga Pemilu 17 April mendatang" kata Saifuddin kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).

Saifuddin menambahkan, brand  dan identitas yang dimiliki PPP tidak banyak dimiliki partai lain, karena saat ini umumnya semua partai politik di indonesia belum kuat secara ideologi atau dalam kata lain parpol pada umumnya masuh pragmatis.

Baca: Sekjen PPP Sebut OTT Romahurmuziy Belum Pengaruhi Elektabilitas Partai

Sehingga, PPP dengan sejarah panjangnya berpeluang untuk bersaing dengan partai-partai lain.

Di kalangan partai Islam lainnya, lanjut Saifuddin, PPP juga memiliki posisioning yang unik karena bisa mencakup semua golongan umat Islam Indonesia.

Tidak seperti PKB yang hanya identik dengan NU yang tradisoonal, PAN dengan Muhammdiyah yang modern.

Sementara, PPP Memilki komponen yang mampu menggabungkan antara tradisional dan modern. Sehingga PPP masuk dalam kategori jalur partai yang moderat, ini merupakan kekuatan PPP.

Pengurus PPP, khususnya jajaran pimpinan yang baru harus mampu mengkapitalisasi brand tersebut  untuk bisa ditawarkan kepada masyarakat.

“Nahkoda yang baru ini,  harus bisa melihat jalur itu sebagai kekuatan agar PPP bisa bangkit dari keterpurukan, PPP juga masuk partai lama dan sudah mempunyai brend yang kuat di masyarakat sehingga siapapun yang menahkodai PPP dan itu dilakukan  dengan benar, saya yakin PPP  pasti besar, karena memang sudah punya brand kuat yang mengakar di masyarakat,” paparnya.

Ia juga melihat PPP sebagai partai modern yang tak hanya bertumpu pada satu figur.

"Hal itu menjadi modal PPP ketika siapapun pemimpinnya ketika membawa bendera PPP, maka akan mudah diterima oleh konsensus pengurus DPW hingga tingkat di bawahnya," jelasnya.(*)

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved