Breaking News:

Sebut Kinerja Terburuk Sejak Reformasi, PSI Serahkan 'Gabut Award' Untuk Anggota DPR

Mereka tampak membawa sejumlah poster bergambang salinan berita media online, kinerja DPR RI yang buruk

TRIBUNNEWS.COM/Fransiskus Adhiyuda
Kader PSI mendatangi Gedung DPR 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara langsung menyerahkan 'Gabut Award' kepada DPR RI atas pencapaiannya sebagai DPR berkinerja terburuk sejak Reformasi.

Pantauan Tribunnews, sejumlah kader PSI yang tampak kompak mengenakan jaket merah berbondong-bondong mendatangi Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Mereka tampak membawa sejumlah poster bergambang salinan berita media online, kinerja DPR RI yang buruk dan gambar foto yang memperlihatkan bangku kosong saat Rapat Paripurna.

Dua buah penghargaan 'Gabut Award' dikemas dengan tulisan yang ditijukan bagi DPR RI dan disertakan mesin finger print untuk mengabsen anggota DPR.

Ketua Gerakan PSI Bersih-Bersih DPR, Daniel Simeon Tumiwa mengatakan, pemberian 'Gabut Award' ini sebagai penghargaan bahwa DPR RI periode 2014-2019 gagal mewakili rakyat.

“DPR-RI 2014-2019 sudah gagal dan menjadi parlemen terburuk sejak reformasi. Penghargaan ini kami berikan menindaklanjuti temuan Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI) beberapa waktu lalu yang menyebut bahwa, kinerja DPR RI dalam masa sidang 1 tahun 2018-2019 ini, menjadi periode dengan kinerja terburuk sejak Reformasi,” ujar Daniel Simeon Tumiwa, di Lobby Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (1/4/2019).

Baca: OTT KPK Terhadap Anggota DPR Bowo Terkait Suap Sewa Kapal, Ini Penjelasan PT Pupuk Indonesia

Daniel juga menyampaikan, pada tahun pertama anggota dewan menjabat, hanya berhasil mengesahkan 3 RUU.

"Angka ini sempat meningkat di tahun kedua dengan disahkannya 10 RUU. Namun dua tahun ke belakang, keluaran produk legislasi kita rupanya terus menurun menjadi 6, puncaknya tahun ini hanya mengesahkan 4 RUU dari 50 yang direncanakan,' ungkap Daniel.

Jubir PSI Bidang Ekonomi Digital dan E-Commerce ini menjelaskan bahwa sikap tidak produktif lembaga legislatif semacam itu tidak dapat terus dibiarkan.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved