Satgas Anti Mafia Bola Tunggu Evaluasi Kejaksaan Terhadap Berkas Pengaturan Skor

Satgas Anti Mafia Bola masih menunggu evaluasi berkas kasus pengaturan skor yang dilaporkan oleh mantan Manajer Persibara Banjarnegara

Satgas Anti Mafia Bola Tunggu Evaluasi Kejaksaan Terhadap Berkas Pengaturan Skor
WARTA KOTA/BUDI MALAU
Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satgas Anti Mafia Bola masih menunggu evaluasi berkas kasus pengaturan skor yang dilaporkan oleh mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indrayani, oleh kejaksaan.

"Kita sudah mengirimkan berkas perkara seperti laporan bu Lasmi dan kita menunggu evaluasi kejakasaan. Apakah lengkap atau belum," ujar Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Pol Argo Yuwono, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Sementara itu, untuk kasus dugaan pengaturan skor laga Liga 2 antara Madura FC dan PSS Sleman, penyidik telah memeriksa tiga orang kemarin, Senin (1/4/2019). Ketiganya merupakan Direksi PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Baca: Satgas Antimafia Bola Panggil Tiga Mantan Petinggi PT LIB

"Kita juga melakukan pemeriksaan kemarin di Bareskrim. Ada 3 saksi baik PT LIB, Bendahara, dan sebagainya," ungkap Argo.

Seperti diketahui, Bupati Bajarnegara Budhi Warsono beserta anaknya Lasmi Indrayani yang menjadi manajer Persibara Banjarnegara membeberkan mekanisme pengaturan skor dalam program tersebut.

Nama Johar Lin Eng dikatakan Bupati Banjarnegara Budhi Warsono dan Lasmi Indrayani sempat meminta uang Rp 500 juta untuk menjadi tuan rumah fase gugur Liga 3.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved