Kata KPK Soal Evi Diana, Zul, dan Hamamisul Kenapa Tak Jadi Tersangka, Padahal Akui Terima Uang

Kasus uang ketok APBD Sumatera Utara tahun 2012-2015 sebesar Rp 61,83 miliar terus bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Kata KPK Soal Evi Diana, Zul, dan Hamamisul Kenapa Tak Jadi Tersangka, Padahal Akui Terima Uang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus uang ketok APBD Sumatera Utara tahun 2012-2015 sebesar Rp 61,83 miliar terus bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Evi Diana Sitorus, istri mantan Gubernur Sumut Erry Nuradi menjadi saksi bersama dua mantan anggota DPRD Sumut lainnya, yaitu Zulkarnain alias Zul Jenggot dan Hamamisul Bahsan.

Saat sidang yang digelar pada Selasa (2/4) kemarin, ketiganya mengaku menerima uang terkait perkara. Namun kenapa tiga orang itu tak dijerat tersangka oleh KPK?

Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, pidana bukan hanya sekadar perkara aku-mengakui. Bahkan jika ada bukti tidak perlu pengakuan, yang utama katanya, adalah soal pembuktian.

Baca: ‎Korlantas Polri Launching Samsat Online Terintegrasi Se-Indonesia

"Jadi kalau begitu apa dilepas oleh siapa? Dan apa udah pernah diikat memang sebelumnya? Jelasnya KPK akan menjelaskan ke publik bila suatu kasus sudah masuk dalam tahap siap disampaikan ke publik sesuai KUHAP," kata saut kepada Tribunnews.com, Kamis (4/4/2019).

Baca: Polri Akui Anggotanya Terluka karena Ditusuk Terduga Teroris

"Jadi kalau ada perkembangan pasti nanti disampaikan ke publik, itu normatifnya," timpalnya.

Diketahui, pada persidangan, Bahsan akhirnya mengakui pernah menerima uang ketok dari Bendahara Sekretariat DPRD Sumut Muhammad Ali Nafiah. Pengakuan itu berbeda dengan pengakuan Bahsan pada persidangan dengan terdakwa mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga pada 2016 lalu.

Pengakuan itu muncul dari Bahsan setelah terdesak dengan pertanyaan Rinto Maha, salah satu kuasa hukum dari tersangka Musdalifah, mantan anggota DPRD Sumut.

“Dalam persidangan itu, akhirnya saksi Hamamisul Bahsan mengakui menerima Rp 720 juta seluruhnya dari Muhammad Ali Nafiah. Saksi sebelumnya memberi keterangan berbelit-belit, karena pada sidang-sidang sebelumnya, saksi tidak mengakui menerima uang ketok dari Muhammad Ali Nafiah yang diterima hanya dari Ahmad Fuad Lubis, nantan Kepala Biro Keungan Kantor Gubsu,” kata Rinto Maha, Rabu (3/4) kemarin.

Halaman
123
Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved