Kata KPK Soal Evi Diana, Zul, dan Hamamisul Kenapa Tak Jadi Tersangka, Padahal Akui Terima Uang

Kasus uang ketok APBD Sumatera Utara tahun 2012-2015 sebesar Rp 61,83 miliar terus bergulir di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Kata KPK Soal Evi Diana, Zul, dan Hamamisul Kenapa Tak Jadi Tersangka, Padahal Akui Terima Uang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang. 

Pada persidangan tersebut, timpal Dion Pongkor dan Maju Posko Simbolon, penasihat hukum terdakwa lainnya, banyak keterangan para saksi yang tidak bersesuaian.

“Contoh keterangan Ali Nafiah yang menjelaskan telah memberikan uang Rp 525 juta ke Zul Jenggot yang dibantah Zul Jenggot sendiri, dan keterangan Ahmad Fuad Lubis, mantan Kepala Biro Keuangan tahun 2014 sampai 2016 juga berbeda atau tidak bersesuaian satu sama lain yaitu keterangan Hamamisul Bahsan yang menjelaskan datang berdua dengan terdakwa Richard Eddy Lingga mengambil uang Rp 1,5 miliar dan kemudian dibantah Richard Eddy Lingga juga di persidangan,” papar keduanya.

Jadi atas hal itu, penasihat hukum terdakwa Rahmiana Pulungan dkk, meminta kepada hakim Ketua Majelis Hakim Hariono untuk melakukan acara pemeriksaan saksi konfrontir.

Atas hal tersebut hakim ketua memerintahkan jaksa KPK untuk menghadirkan empat orang saksi kembali ke persidangan yaitu Ahmad Fuad Lubis, Randiman Tarigan, selaku mantan Sekretariat DPRD Sumut Muhammad Ali Nafiah dan Zul Jenggot.

Pada kesempatan itu juga, Rinto Maha, kuasa hukum Rahmianna Pulungan dkk meminta hakim untuk memerintahkan jaksa membuka kembali barang bukti nomor 281 yaitu flasdisk yang menjadi barang bukti induk dari tabel-tabel yang ditambahkan tanda tangan di hadapan penyidik melalui pengakuan Randiman Tarigan dan Muhammad Ali Nafiah di persidangan. 

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved