Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Saksi Ungkap Ada Aliran Uang Rp 6,3 Miliar dari KONI untuk Kemenpora dalam Sidang

Supriyono dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy, Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Saksi Ungkap Ada Aliran Uang Rp 6,3 Miliar dari KONI untuk Kemenpora dalam Sidang
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy menggunakan rompi tahanan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/12/2018) dini hari. KPK resmi menahan lima orang tersangka diantaranya Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy, dan Deputi IV Kemenpora Mulyana dengan barang bukti berupa uang senilai Rp7,318 Miliar terkait kasus korupsi pejabat pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

"Belum dikembalikan, karena anggaran tidak bisa cair, makanya pinjam ke KONI," ungkap Supriyono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dia menjelaskan, Kemenpora meminjam uang kepada KONI, karena pada saat itu Kemenpora dilanda tagihan usai melaksanakan Sea Games 2017.

Baca: Prediksi Barcelona vs Atletico Madrid di Liga Spanyol, Tugas Berat Tuan Rumah

Tagihan itu berupa akomodasi atlet Rp200 miliar dan anggaran Rp 500 miliar.

Sementara itu, kata dia, proses untuk mengajukan pencairan ke negara agak sulit sedangkan Kemenpora sudah ditagih untuk pelunasan sejumlah pengeluaran untuk Sea Games.

Atas dasar itu, dia berkeinginan untuk mengundurkan diri karena tidak kuat mencari uang, sebab setiap hari ada yang minta bayar.

Dia menambahkan, uang Rp 6,3 miliar dari KONI diterima dalam bentuk cash. Setelah menerima uang cash itu langsung disetorkan ke rekening Squash.

"Diterima cash, langsung dimasukkan ke rekening squash. Induk cabang olahraga dulu masih saya pegang," tambahnya.

Sebelumnya, Senin (11/3/2019), sidang beragenda pembacaan surat dakwaan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK membacakan surat dakwaan.

Baca: Penjelasan TNI AU Soal Tudingan Adanya Penghadangan terhadap Pesawat Prabowo

Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awuy dan Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy didakwa secara bersama-sama menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo dan staf Kemenpora Eko Triyanto.

Sidang pembacaan surat dakwaan itu dilakukan secara bergantian. JPU pada KPK membacakan surat dakwaan untuk Bendahara Umum KONI, Jhonny E Awuy terlebih dahulu. Kemudian dilanjutkan pembacaan surat dakwaan untuk Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved