Malaysia Lobi Petugas KKP di Laut Saat Tangkap 4 Kapal Ilegal

Empat kapal tersebut ditangkap berbeda waktu, tetapi masih dalam bulan yang sama. Pertama, kapal pengawas perikanan dari KKP yang menggunakan KP. Hiu

Malaysia Lobi Petugas KKP di Laut Saat Tangkap 4 Kapal Ilegal
Direktorat Pengawasan Sumber daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP.
Satu kapal ilegal berbendera Malaysia yang ditangkap oleh kapal pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada Selasa (9/4/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil menangkap empat kapal berbendera Malaysia yang masuk ke perairan Indonesia tanpa izin dan menangkap ikan.

Empat kapal tersebut ditangkap berbeda waktu, tetapi masih dalam bulan yang sama. Pertama, kapal pengawas perikanan dari KKP yang menggunakan KP. Hiu 08, pada 3 April 2019 mendeteksi di radar dua kapal ikan berbendera Malaysia di ZEEI Selat Malaka.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal PSDKP, Agus Suherman mengatakan, setelah Hiu 08 mendeteksi secara visual, maka dilakukan pengejaran atas dua kapal tersebut yaitu KM. PKFB 1852 dan KM. KHF 1256 yang berbendera Malaysia.

"Mereka terbukti masuk ke wilayah kita dan menggunakan alat tangkap trawl yang dilarang di Indonesia," ujar Agus di kantor KKP, Jakarta, Kamis (11/4/2019) .

Setelah ditangkap dan dilakukan proses membawa kapal oleh pengawas perikanan KKP, kata Agus, kapal Maritim Malaysia jenis speedboat dengan nama Penggalangan 13 menghampiri Hiu 08 yang berada di perairan Indonesia.

"Mereka (Malaysia) meminta dua kapal yang ditangkap agar dibebaskan, tetapi kami menolaknya karena terbukti mencuri dan masuk ke wilayah kita," papar Agus.

Baca: Pendemo Berusaha Masuk Kantor KPK di Acara Peringatan Dua Tahun Kasus Novel Baswedan

Intervensi yang dilakukan pihak Malaysia dengan menkontak petugas KKP dari kapal dan tiga helikopter Malaysia untuk meminta dua kapal agar dilepaskan, tetapi permintaan ini dilakukan secara baik tanpa ada tekanan. 

"Mereka mencoba meminta dua kapal dilepaskan, kami bilang tidak bisa dan mereka mencoba lagi agar satu kapal saja dilepaskan. Kami tegaskan lagi, kami tidak bisa melepaskan kapal tersebut," ujarnya. 

Setelah tidak berhasil melobi petugas KKP di atas laut, maka kapal Maritim Malaysia dan tiga helikopter meninggalkan Hiu 08 dan kemudian kapal penangkapan di bawa ke Stasiun PSDKP Belawan. 

Upaya pihak Malaysia melobi hasil tangkapan petugas KKP terhadap kapal ilegal berbendera Negeri Jiran tersebut, kembali terjadi pada 9 April 2019. Melalui KP. Hiu 02, petugas menangkap dua kapal lagi yang masuk ke perairan Indonesia dan mencuri ikan dengan alat tangkap trawl di Selat Malaka. 

"Dalam proses membawa dua kapal tangkapan tersebut, hadir helikopter Agensi Penguatankuasaan Maritim Malaysia (APMM) terbang rendah mengiktari KP. Hiu Macan Tutul 02, meminta agar dua kapal itu dilepaskan," ucapnya. 

Petugas kembali melakukan penolakan dan meneruskan pelayaran membawa dua kapal tangkapan ke Pangkalan PSDKP Batam. 

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved